kasih,
sini rebah di sisiku
kita resapi kemegahan bentang alam
menyaksikan bulan bintang beredar di langit malam
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
August 20, 2020
June 19, 2019
vajram
![]() |
| writings in Javanese.. |
You are a diamond in progress.
Nope, nope. Scratch that.
Every human being is a diamond.
They have a light within
that's been lying dormant,
waiting to shine.
Patiently, facing pressures and tests.
Through and through.
Bit by bit.
You may whine.
You may pout.
Your destiny is still to shine nonetheless.
It's already in the writing.
Yes, you might want to run away.
To just stop and leave everything behind.
However, that would mean lying to yourself.
Neglecting your own deep desire.
No matter how hard you deny it.
You want to shine.
You will shine.
Wait, look at that smile.
You ARE shining.
April 13, 2019
Read, Listen, Pay Attention
then you shall understand.
What life has to offer.
What life has been giving to you.
August 24, 2018
March 6, 2016
just try
Stop being scared
But never stop loving me
For my feeling will never fail you
For this story will never end
Because you, me, and all in between
What has happened was the truest of all
So, stop being scared
Because I know you
Even when you don't know yourself
Deep down
We are attracted to each other
And it's more than enough.
With a glass of mocha latte, Oct 2nd 2015
But never stop loving me
For my feeling will never fail you
For this story will never end
Because you, me, and all in between
What has happened was the truest of all
So, stop being scared
Because I know you
Even when you don't know yourself
Deep down
We are attracted to each other
And it's more than enough.
With a glass of mocha latte, Oct 2nd 2015
July 4, 2015
unknown
Segalanya bisa jadi berubah ke arah yang salah.
Namun, apa yang tidak?
Kita hanya manusia.
Lebih kecil dari titik di antara semesta.
Sepermilenium dari seluruh.
Kita tahu apa?
April 5, 2015
Kontemplasi Tengah Malam
Segalanya kabur.
Benar, salah, masihkah penting?
Batas yang ada mulai runtuh.
Tembok batu menjulang, namun tidak lagi melindungi.
Meregang dan tidak kembali.
Waktu, berhentikah?
Dunia, sudah terbalik?
Kamu, kemana?
Arah kembali kepadaNya.
Dia, yang tidak terlihat, tidak tersentuh, tidak berwujud, berbeda dari dunia yang dimengerti oleh indra manusia.
Dia menjadi yang paling masuk akal.
Malu pun menguasai.
Mohon ampun, maaf, dan terima kasih terus diulang.
Bibir diam ketika hati berisik.
Aku merunduk dan bersujud.
Memasrahkan diri atas usaha.
Dan dunia jauh di belakang.
March 30, 2015
Pada suatu sudut
Memendam gejolak,
Ombak dan matahari,
Hujan badai dan petir menyambat,
Pelangi yang muncul,
Segalanya.
Tak bisakah aku turut menyaksikan setiap keindahan dan kepedihan?
Terkurung dan tersudut,
Tertahan dan tertekan,
Keinginan melepaskan.
Aku telah melihat jauh ke dalam,
Menembus tameng pertahanan yang tidak disadari,
Berusaha menarikmu keluar.
Rasa takutkah itu?
Ini aku,
dan hanya aku.
Jangan hiraukan dunia,
Pedulikan kebahagiaanmu.
Karena kedewasaanmu telah mengenali batas.
March 26, 2015
di tengah perjalanan
mungkin bukan saat ini
pun bukan kamu akan mengetahui segalanya
setidaknya akan datang saatnya
menunggu tidak akan berarti
berharap hanya berdiam
percaya
dan mungkin saatnya memang sekarang
December 4, 2014
malam
Malam bukan lagi dingin yang menyengat
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan
Dumai, 9 September 2014
kamu hilang
Aku masih di sini
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli
3 Maret 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
