Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

August 20, 2020

rebah dan pasrahkan

kasih,
sini rebah di sisiku
kita resapi kemegahan bentang alam
menyaksikan bulan bintang beredar di langit malam

kasih,
lepaskan ikatan yang membebanimu
pasrahkan segalanya seutuhnya
yang terbaik sudah kamu kerahkan
tugasmu kini menerima hasil perundingan semesta

sayangku,
sudahkah kusampaikan
cahayamu paling indah kulihat
memancar menuntunku pada terang
menarikku bangkit mendorongku berjuang

sayangku,
pernahkah kukatakan
bahkan gelapmu akan sekuat tenaga kupeluk
kuelus dengan kasih kucium dengan cinta
perlahan kukenalkan pada keindahan sinarmu

cinta,
sini mendekat
malam sudah makin dingin



Kamar, 19 Agustus 2020
petang hingga menjelang tengah malam

June 19, 2019

vajram

writings in Javanese..

You are a diamond in progress.
Nope, nope. Scratch that.
Every human being is a diamond.
They have a light within
that's been lying dormant,
waiting to shine.
Patiently, facing pressures and tests.
Through and through.
Bit by bit.

You may whine.
You may pout.
Your destiny is still to shine nonetheless.
It's already in the writing.
Yes, you might want to run away.
To just stop and leave everything behind.
However, that would mean lying to yourself.
Neglecting your own deep desire.

No matter how hard you deny it.
You want to shine.
You will shine.
Wait, look at that smile.
You ARE shining.

March 6, 2016

just try

Stop being scared
But never stop loving me
For my feeling will never fail you
For this story will never end
Because you, me, and all in between
What has happened was the truest of all

So, stop being scared
Because I know you
Even when you don't know yourself
Deep down
We are attracted to each other
And it's more than enough.



With a glass of mocha latte, Oct 2nd 2015

July 4, 2015

unknown

Segalanya bisa jadi berubah ke arah yang salah.
Namun, apa yang tidak?
Kita hanya manusia.
Lebih kecil dari titik di antara semesta.
Sepermilenium dari seluruh.
Kita tahu apa?

April 5, 2015

Kontemplasi Tengah Malam

Segalanya kabur.
Benar, salah, masihkah penting?
Batas yang ada mulai runtuh.
Tembok batu menjulang, namun tidak lagi melindungi.
Meregang dan tidak kembali.
Waktu, berhentikah?
Dunia, sudah terbalik?
Kamu, kemana?
Arah kembali kepadaNya.
Dia, yang tidak terlihat, tidak tersentuh, tidak berwujud, berbeda dari dunia yang dimengerti oleh indra manusia.
Dia menjadi yang paling masuk akal.
Malu pun menguasai.
Mohon ampun, maaf, dan terima kasih terus diulang.
Bibir diam ketika hati berisik.
Aku merunduk dan bersujud.
Memasrahkan diri atas usaha.

Dan dunia jauh di belakang.

March 30, 2015

Pada suatu sudut

Memendam gejolak,
Ombak dan matahari,
Hujan badai dan petir menyambat,
Pelangi yang muncul,
Segalanya.

Tak bisakah aku turut menyaksikan setiap keindahan dan kepedihan?

Terkurung dan tersudut,
Tertahan dan tertekan,
Keinginan melepaskan.

Aku telah melihat jauh ke dalam,
Menembus tameng pertahanan yang tidak disadari,
Berusaha menarikmu keluar.

Rasa takutkah itu?

Ini aku,
dan hanya aku.

Jangan hiraukan dunia,
Pedulikan kebahagiaanmu.

Karena kedewasaanmu telah mengenali batas.

March 26, 2015

di tengah perjalanan

mungkin bukan saat ini
pun bukan kamu akan mengetahui segalanya
setidaknya akan datang saatnya
menunggu tidak akan berarti
berharap hanya berdiam
percaya
dan mungkin saatnya memang sekarang

December 4, 2014

malam

Malam bukan lagi dingin yang menyengat
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan


Dumai, 9 September 2014

kamu hilang

Aku masih di sini
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli


3 Maret 2014