Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

June 15, 2020

lemah (atau kuat?)

Saya terinspirasi untuk menulis ini karena tadi baru saja habis mendengar lagu RAN - si lemah dan melihat sebuat postingan di instagram. Saya jadi teringat beberapa diskusi dan hampir debat serta ketidaksamaan pandangan mengenai tangis dan amarah.

beyond the horizon..

Saya selalu berpendapat bahwa seseorang yang berani untuk menangis di hadapan orang lain untuk alasan yang genuine (whatever it means to you) adalah orang yang sangat berani dan kuat. Bukan lho, bukan nangis air mata buaya cuma untuk cari perhatian. Biasanya itu mudah dideteksi kok. Mungkin alasannya bisa jadi trivial dan sangat personal, tapi perasaannya akan tetap sama. Apakah itu sedih yang tulus atau dibuat-buat.

Hal itu, menurut saya, lebih kuat daripada orang yang tidak mau mengakui perasaannya sendiri. Lebih kuat dari orang yang berbohong dan bersembunyi di balik ketakutan dianggap lemah. Seringnya sih hal ini terjadi pada laki-laki. Namun, saya pribadi juga pernah (atau mungkin masih) menjadi orang seperti ini. Padahal, menangis, merasa sedih, merasa lemah (bukan berarti betulan lemah), perasaan apapun itu, adalah universal. Milik seluruh manusia tanpa memandang gender dan background tertentu. Semua orang berhak untuk merasa dan mengekspresikan perasaan, atau sekedar membicarakan perasaannya.

Bukan berarti saya menyuruh kalian untuk selalu mengekspresikan perasaan kalian di depan siapapun itu sih. Menurut saya, itu hal yang privat dan intim, untuk mempertunjukkan emosi yang mentah (bahasa inggrisnya lebih asik, raw emotion; saya bingung kalau disadur jadi bahasa indonesia cocoknya apa). Pengalaman itu menurut saya sangat personal dan tidak bisa dibagi dengan sembarang orang. Hanya saja, itu perlu untuk dibagi. Kalau tidak dengan orang, mungkin dengan Tuhan.

Nah, tapi inget, apapun itu, tidak boleh berlebihan. Menangis silahkan, tapi rasanya tidak perlu sampai meraung. Sedih boleh banget, tapi kalau sampai mengurung diri dan tidak mau makan berhari-hari ya bunuh diri. Secukupnya saja. Sedih, menangis, tarik nafas take your time, collect yourself again, kita mulai lagi. Bergerak maju lagi.

Itu. Begitu itu kuat.


Begitu juga dengan amarah.

Sedikit menyambung dari postingan saya sebelumnya, "biasa saja", akhirnya saya mulai mengerti. Pasangan saya sering bilang untuk tidak usah berlebihan.
"Jangan marah-marah, biasa saja."
"Gak usah nangis, biasa saja."
"Jangan bete gitu, biasa saja."
Biasa saja.

Awalnya saya pikir, ini kok jadi kayak gak boleh punya perasaan? Aneh sekali. Padahal perasaan itu diciptakan pasti ada tujuannya, pasti perlu untuk dirasakan. Kalau memang apa-apa biasa saja, kenapa juga perlu ada yang namanya perasaan di dunia? Kenapa kita selalu didorong untuk bersimpati, bahkan berempati terhadap orang lain? Untuk apa?

a random stranger; perhaps waiting..

Jadi, ternyata orang yang kuat adalah orang yang mampu mengetahui dan mengidentifikasi dan mengakui perasaannya sendiri, dan yang terutama mengontrol perasaan tersebut. Orang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan dan mengecilkan orang lain dengan mempertunjukkan kuasa dalam amarahnya, sama sekali bukan itu. Orang yang kuat adalah yang mampu untuk mengekspresikan amarahnya dengan cara sebaik-baiknya.

Lagipula, marah-marah tidak pernah menyelesaikan masalah. Tidak membuat pesan yang ingin disampaikan juga jadi tersampaikan. Lebih lagi, tidak membuat kita mendapatkan respek atau perhatian yang kita butuhkan. Yang ada malah kita dibenci, menambah dosa, menambah musuh, menambah beban psikis dan fisik pada diri sendiri, dan menambah masalah sih intinya. Saya pribadi mempelajari ini melalui pengalaman langsung.

Akhirnya saya belajar. Saya marah-marah tidak membuat lawan bicara saya mengerti apa salahnya dia sampai saya jadi marah. Yang ada, ujungnya berantem karena saling marah dan saling gak mau kalah. Saya belajar untuk menyampaikan dengan cara yang baik dan suara yang tidak tinggi ataupun keras.
"Saya tidak suka kalau kamu begini."
"Kamu membuat saya marah dengan bersikap dan berkata seperti itu."
Dan tidak menjadi lepas kontrol.

Itu. Itulah kuat.
Semoga saya tidak mengkontradiksi omongan saya sendiri.

August 13, 2018

learning english

if you want to learn English, it's basically just try to immerse yourself in an English environment. in a way where everything you do, you say, you read, and you listen are in English. that way, you'll gain better English faster.

but then, the most important thing is for you to realize that you really want to learn it. if you don't, if it's just because people are learning it, or because your parents and your boss told you so, or some other similar reasons, it will be very hard for you to learn.

Simon Sinek said, "Start with WHY."

"Why do you want to learn English?"

"We give you the most beautiful thing in life.. STORY"


cause, trust me. i see it firsthand. even people who know that they need English very much, still can't keep themselves in steadily reaching that goal. at the end of the day, it's not the skill itself that counts but your will in keep on practicing.

and another thing,
learn in a way that makes you happy. with methods that you know you will enjoy.

if you ask me what i do to keep my English progressing, here they are.

  • i listen to podcasts. thanks to having iPhone and Jakarta's traffic, i have a lot of time spent in cars driving alone everyday. rather than listening to people rambling on the radio without any added value for myself (#nooffense), i choose to listen to podcasts. you can choose the channel that you will enjoy (and you can definitely learn from it). have i said that everything is FREE? my lists would be The Inquiries by BBC, unladylike, TED Talks Daily, and sincerely, X by TED and audible.
  • i read books. for this, i thank myself and my family for making me read English books early in my childhood. they forced me into buying English novels cause they threatened me with not going to pay for Bahasa Indonesia's books. if you are a beginner English readers, you might want to consider finding on Google first the kind of book that suits your level of English so that you can enjoy reading it without having to go back and forth from your book and dictionary.
  • and i have a lovely workplace with a day-to-day English environment, with people who are also eager in learning English. so yeah, i talk English with them.
  • for addition, you can also choose watching movies or short videos on Youtube. even watching vlog can help. moreover, in trying to imitate the vlogger. that's what my sister does in front of the mirror every time she puts on her makeup and does her routine, and sure it helps.

and, anyway, let's start, shall we?

you can always reach me if you need any friend to talk in English with. email me at ghaniyyart@gmail.com and i'll reach back to you :)

January 4, 2017

[3] routine

there are so many theories scattered everywhere talking about how to shape a new habit or how to get rid of your bad habit and replace it with a better one or stuff like that. from what i know, they're talking about frequency. the more you do it daily or in a designated timetable, the more they'll stick as a habit.

but, seriously, i don't buy them.

in the end, it's about your will and how strong it is. if you're not doing it wholeheartedly, you will never get anything. that strong desire from deep inside your heart, that will make you always move forward, always do something for it, and fight every obstacle along the way. You will even fight yourself if it's necessary.

that.

that is what you need.



sorry for the late post. i was supposed to post on jan 3rd but i was late.
and thank you for the last 4 months together, with all the ups and downs, the talks and silences, the laughs and tears, the hugs, the love :)) 

February 9, 2016

mengabadikan

Saya sangat menyukai frasa membekukan kenangan yang saya temukan dalam sebuah novel dalam negeri, namun saya lupa apa judulnya. Sebagai seseorang yang cukup bisa dikatakan pelupa, saya menyukai ide ini. Bekuan kenangan ini dapat berupa apapun. Mungkin foto, video, cerita, atau sekedar 2 atau 3 kalimat.

Mungkin sebagian orang berpikir tidak akan ada banyak hal yang bisa diabadikan dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas monoton yang terus diulang terkadang memberikan kesan membosankan. Kenyataannya, tidak pernah ada hari yang sama persis satu dengan yang lainnya. Ini hanya mengenai perspektif dan sudut pandang. Karena penampakan suatu benda, jika kamu bergeser sedikit saja, akan memberikan efek yang berbeda.

Isn't it the beauty of living?

October 20, 2015

Smile

Satu hal yang selalu menarik hati saya dari seseorang adalah SENYUMAN mereka.

Bagi sebagian orang, mungkin wajah, mungkin gaya berpakaian orang tersebut, mungkin cara mereka berbicara dan membawa diri, atau mungkin salah satu bagian dari tubuh seseorang. Untuk saya, hal itu adalah senyuman dan setiap hal yang bersembunyi di balik senyum tersebut.

Saya menyukai kisah. Mendengarkan cerita, mengetahui seseorang mempercayakan sebagian kecil dari dirinya kepada saya, memperhatikan perubahan air muka seseorang meskipun hanya sekilas, semua adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa saya menikmati sekedar duduk-duduk sendiri di suatu kafe tertentu atau lokasi tertentu untuk waktu yang kadang terhitung lama.

Dan saya selalu jatuh cinta pada kebahagiaan. Senyum, tawa, gestur seseorang, bagaimana orang-orang saling berinteraksi menunjukkan perasaan mereka kepada satu sama lain.

Dengan melihat senyum seseorang, saya merasa mengenal orang itu. Meskipun tidak setiap senyum menunjukkan hal yang mudah ditebak, namun saya selalu tertarik. Saya penasaran dengan kisah-kisah yang tersembunyi. Saya senang menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran seseorang. Dan saya merasa dekat hanya dengan mempelajari senyum seseorang.

Karena, menurut saya, senyum ibarat jalan yang mampu menuntunmu ke suatu tempat yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Terkadang berujung kepada suatu hal yang menyenangkan, terkadang terlalu kelam dan mencekam hingga membuatmu tidak bisa bernafas. Namun, inti dari segalanya adalah saya bisa mengetahui sesuatu.

Dan itu pun cukup.

October 7, 2015

BAHAGIA

Akhir-akhir ini, kata ini begitu sering muncul menjadi pusat perbincangan. Mungkin karena ini bulan September    September Ceria? Atau kenyataan bahwa sejak tanggal 23 September lalu hingga akhir tahun akan tepat 100 hari. Atau mungkin realita saat ini yang seakan menghisap semua kesenangan hingga manusia perlu untuk saling diingatkan untuk berbahagia?

Mungkin.

Sudut pandangku melihat   dan selalu melihat   bahwa inilah hidup. Hidup akan selalu menerbangkanmu tinggi di atas awan dan menguburmu dalam tanah secara bersamaan. Setiap kejadian tidak akan bisa dihindari. Semua, bahkan hingga bagian terkecil, harus dihadapi. Namun, apakah mereka harus menjadi penghalang bagi kebahagiaan?

Tidak.

Berbahagia ada di hati dan pikiran masing-masing manusia.
Satu-satunya yang mampu menghalangi bahagia hanya kamu dan dirimu sendiri.

July 6, 2015

hening yang terpecah

selamat malam.

kepada kamu dan siapapun yang lainnya.
sesungguhnya saya sedang tidak dalam kondisi penuh dengan kata. atau juga dalam perjalanan yang meningkatkan adrenalin dan memberikan dorongan besar untuk diceritakan dan dibagikan kepada dunia.

saya sedang merasa datar.

there's so much things going on in my mind right now but i just can't get it right. i can't sort it out. semua layaknya badai yang berputar, dengan harap tidak menghancurkan. sepertinya saya sedang membutuhkan obrolan yang dalam. paksaan untuk berpikir.

mengenai saya.
kelanjutan hidup saya setelah ini.
kerja, S2, tulisan ataupun fotografi, kamu yang belum saya ketahui rimbanya, segalanya.

manusia akan selalu memiliki gambaran ideal mengenai kehidupan. untuk sisi manapun. yang terkadang orang pesimis akan menyebut gambaran ideal itu sebagai mimpi siang bolong. namun, apa salahnya? daydreaming is not a crime. hanya saja semua harus sejalan dengan setiap usaha yang dilakukan untuk mencapainya.

seseorang tanpa mimpi adalah setengah mati, bukan?

May 19, 2015

future (?)

Masa depan.
Itu apa?

Mungkin siapapun di luar sana dapat membantu. Karena saya pribadi sungguh tidak mengerti dengan segala perbincangan orang-orang ini. Pertanyaan yang mengandai-andai, mimpi dan juga harapan, angan-angan, mungkin.

Satu hal yang pernah saya pelajari selama saya melakukan perjalanan,
Jangan terlalu fokus pada hal yang terlalu jauh, karena bisa jadi kamu akan tersandung oleh hal tepat di hadapanmu.
Atau mungkin kalimat ini tertanam secara alam bawah sadar hingga akhirnya saya pun terbawa untuk tidak terlalu berangan terlalu maju.

Dan ketika kembali dipertimbangkan, pada akhirnya harapan itu akan menjadi hal yang terus menarik kita untuk terus maju dengan semangat penuh. Mimpi itu juga yang terus mengangkat kita yang terkadang jatuh akibat satu atau dua kerikil. Angan yang terus mendorong kita tetap melangkah. Kemungkinan itu yang terus menemani dan membuat kita selalu percaya.

Karena keajaiban itu adalah nyata.

May 14, 2015

atrium, koridor, balkon, apapun itu namanya

          Bel istirahat berbunyi. Guru di depan terlihat masih merapikan barang-barangnya dan demi alasan kesopanan aku menunggu setengah sabar untuk beliau keluar ruangan dan aku menyusul menuju koridor di depan kelas. Pelajaran Pak Bambang hari ini tidak seperti biasanya. Terlalu datar dan tidak menarik. Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh gosip yang beredar, beliau sedang tidak enak badan. Maaf ya, Pak, saya juga sedang tidak enak pikiran.
          "Sha, kantin yuk." Kirana menepuk pundakku dari belakang dan ikut menyandarkan badannya ke koridor. Dia merupakan salah satu sahabat terbaik yang ada di hidupku. Sayangnya, pengaturan tempat duduk kelas tidak mengijinkan kami untuk duduk bersebelahan.
          "Duluan aja, Na. Aku lagi gak mood makan nih."
          Setelah bertanya berulang kali dan aku terus meyakinkan dia untuk pergi tanpa aku, akhirnya dia menyerah dan membiarkan aku sendiri dengan pikiranku. Mataku kembali kepada ruang kelas yang tepat bersebrangan dengan ruanganku. Dia sedang tertawa bersama kawan-kawannya di depan kelas. Aku tidak tahu apa yang dilontarkan oleh kawannya itu hingga ia bisa terpingkal sekeras itu. Bagian ini adalah bagian yang paling aku nikmati. Beberapa menit kemudian adalah bagian yang paling aku benci.
          Nah, itu dia. Juga seorang seniorku, namun tidak satu angkatan dengan dia. Seorang wanita berjalan menuju dia. Dia yang sedang tertawa hingga matanya hanya tinggal segaris menyadari kehadiran wanita itu dan tersenyum semakin lebar. Aku bahagia, tidak sepenuhnya, melihat senyumannya. Bukan aku alasannya. Dan aku benci untuk tidak melakukan apapun atas itu.
          "Alysha, mau sampai kapan?" Kirana sudah kembali bersama waffle di tangan kanan dan jus pisang strawberry di tangan kiri yang kini ia sodorkan ke arahku.
          "Na!" Aku menunduk menyembunyikan kepalaku. "Jangan ditanya begitu. Aku jadi malu dan sedikit merasa bodoh."
          Kirana masih bersikeras untuk aku meminum jus yang ada di tangannya. Dia selalu tahu apa yang paling aku sukai. Setelah aku menyeruputnya, Kirana kembali menjawab. "Kalau memang dia untuk kamu, akan tiba waktunya dia akan ke kamu. Kalau memang bukan, mau kamu liatin kayak begitu sampai lumutan pun ya tidak akan ada yang terjadi. Daripada kamu buang-buang waktu, kamu lupa diri kamu, kamu gak semangat, kamu tidak mencoba mengenal dunia yang lain, untuk apa? Jangan sampai kamu menyesal nantinya."
          Aku terdiam.
          "Jadilah dirimu yang terbaik. Biarkan laki-laki itu yang melirik dan berusaha merebut hatimu daripada kamu yang bersusah-susah mengharapkan mereka mau kamu. Jangan merendahkan dirimu sendiri karena kamu sebenarnya sengatlah berharga." (end)

May 4, 2015

Kembali Ke Dalam

Pernah suatu kali saya membaca,
Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba bermetamorfosis menjadi egoisme,
dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
(Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta - Tere Liye)

Dan saya pun berpikir, mengingat ke belakang, dan melihat ke dalam. Mungkin saya memang belum sedewasa yang saya bayangkan. Memang masih banyak sisi dari dunia yang tidak saya kenali. Hidup pun baru berumur seujung kuku.

Saya teringat,
memang saya tahu apa?


January 1, 2015

#6 travel and restart

Selamat Tahun 2015!
selamat mengheningkan cipta.
selamat melakukan kontemplasi.
dan seperti yang sudah sempat saya tulis di instagram saya, maybe this is year is time to restart :)
travel sesungguhnya bukan hanya sekedar bepergian. menurut saya sendiri, keutamaan dari travelling adalah berpindah. dan berpindah bisa termasuk dalam segala kategori, bukan hanya sekedar tempat.
berpindah menjadi seseorang yang baru, misalnya.

December 24, 2014

#5 proses

Manusia hidup akan selalu berproses.

Seorang teman saya berkata, "Namanya juga sedang dalam proses pencarian."

Sebuah proses yang diawali sejak kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing ke dunia ini dan akan berakhir ketika kita semua kembali untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang namanya menang atau kalah terhadap orang lain. Justru pertandingan sesungguhnya adalah pertarungan yang terjadi dengan dirimu sendiri.

Karena itu, kenyataan paling dasar yang terjadi adalah tidak ada siapapun yang bisa membantu dirimu selain dirimu sendiri. Dan Tuhan (saya masih percaya segala yang terjadi di dunia ini haruslah dengan ijin-Nya). Orang lain tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dengan dirimu, seberat apa beban yang kamu angkut, seringan apa kamu ketika kebahagiaan itu sedang melanda, dan apa yang sesungguhnya kamu pikirkan. Orang lain hanya bisa memberikan saran, bahkan terkadang mereka hanya bisa mendengarkan.

Kamu yang memiliki kehormatan serta tanggung jawab tertinggi untuk memutuskan apapun itu dalam hidupmu. Percaya saja bahwa hidup ini adalah bagian dari proses perjalanan. Ada saat ketika kamu harus menghadapi jurang yang terjal dan pendakian yang melelahkan, namun juga akan tiba waktu di mana kamu akan disuguhkan pemandangan indah dan pertemuan dengan bunga edelweiss yang abadi.


Padang Edelweiss, Surya Kencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Dalam perjalanan menuju Puncak Gunung Ciremai

Cobalah untuk mengubah perspektifmu sesekali. Mungkin kamu akan menemukan keindahan dalam keterpurukanmu.

December 11, 2014

#2 language of love

In this particular noon, in my very own car (Urfie!!), suddenly I feel all alone. I am an introvert person, but that's not mean that I don't need companies. I just don't like to be too involved in a crowd. I prefer sit in the middle of that something and just watch everyone messing around. Laugh or smile for their jokes, give a little comment for their craziness, but being the spotlight? I don't think it's a good idea.

And when i feel so afraid for this being the-center-of-attention thingy, the other part of me is also craving for that. In the end, I'll be just standing still awkwardly with me battling with myself.

Actually, I was in the middle of waiting for my mom's meeting with her friends. Then, after she has done, along the road to our next destination, we talked about this language of love. It is about how each people express their love to others and also feel that they are being loved.

In general, there are 5 languages of love. (there's also a book from Gary Chapman discussing about this topic)

Physical touch.
Receiving presents.
Words of affirmation.
Act of service.
Quality time.

It is necessary to know your own language and your partner's language to really understand how to treat each other. So the other would get the message without mistakes.

But, what is mine? Is it possible for me to have the need for all?

#1 I'm about to start another #100days

To form a new habit, sometimes you need to start with forcing yourself to do it. You have to set some specific rules to yourself so that habit will be planted into your mind and all the part of your body and suddenly it will become natural.

There is this theory about how many times you need to do things until it becomes your nature. Actually, I don't really know and understand the basic of this theory but it's worth the try, though, as long as it is for something good or even better.

3times; for leaving your old habit behind.
7times; you start to feel strange for not doing your new habit.
40times; this new habit already runs through your veins and be the part of your life cycle.

Trying something is not going to hurt, you know. Breaking the old habit is somewhat important for our life because flat life is boring, at least for me. There will be no challenges, no adrenaline rushing, no new faces, no exciting story, no epic things to be proud of. Just another exact same life cycle from day to day.

What's the point, then?

Isn't life is all about living? A heart that shows a straight line is a dead heart. A life with no pulse of excitement or sadness or anxiousness or etc is a colorless life.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." (Mark Twain)

This is not about being someone else. This is also not about mimicking others' life. Because nobody is perfect actually. You just have to be a little smart at sort out the good things between the bad one. Pick the good one and leave the bad. And don't lose your own uniqueness of yours.

December 9, 2014

show up!

Recently, I have been reading articles that being recommended by LinkedIn to my timeline. There are many beautiful and inspiring article for me. One of the article called 'Just Show Up' have been spinning around my mind this lately.

Okay, stop with the English session before someone start to curse me for my bad English.

Artikel tersebut mengatakan bahwa pada intinya, apapun yang sedang terjadi pada dirimu, yang perlu kamu lakukan adalah menunjukkan dirimu. Hadir. Dan dari sana kamu akan menemukan banyak hal.

Mungkin kamu akan mendapat hal baru, mempelajari hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
Mungkin kamu akan menjadi saksi dari hal yang tidak banyak orang yang berkesempatan untuk itu.
Mungkin kamu tiba-tiba ditunjuk untuk melakukan sesuatu dan ternyata kamu dibayar.
Atau mungkin sekedar kamu bisa mengalami pengayaan pengalaman. Bertemu orang lama ataupun baru. Berbincang dan saling mengetahui. Dan yang paling baik, membantu.

Kalaupun kamu tidak dapat benar-benar hadir, setidaknya kamu bisa menulis. Biarkan dunia tahu bahwa kamu benar-benar ada. Let the world know that you are exist.

Dan sesungguhnya saya ingin untuk bisa melakukan hal itu.
So, I start to challenge myself to write at least one article each day. It will not always be about my day or something inspiring or about my jobs or some contemplation. Maybe it will only be something random that you my reader can't even get the point of what I'm saying, but at least I'm trying. And I always open for any comments or even critics from you so I can improve my communication skill. Or maybe just another random idea about what you would want me to write?

I'm really sorry for each mistakes I made in this article. Thank you for reading :)

February 23, 2014

saya tahu

saya tahu.
tidak seharusnya saya mengeluh. tidak seharusnya saya merasa marah dengan semuanya. tidak seharusnya saya meributkan tugas saya. tidak seharusnya saya meributkan keadaan saya. tidak seharusnya saya menyalahkan dunia.

karena yang salah sesungguhnya, tidak lain dan tidak bukan, adalah saya sendiri. setiap pilihan dalam kehidupan saya yang mungkin salah. dunia yang ada di sekitar kita hanyalah sekedar berputar sesuai dengan yang selalu ia lakukan.




saya belajar.
bahwa saya harus lebih bisa menghargai waktu. bagaimana di antara seluruh kesibukan yang saya miliki, di antara seluruh aspek kehidupan yang saya pilih untuk saya sentuh, saya harus mengoptimalisasikan semuanya.

saya hanya ingin semua orang senang. mungkinkah?

saya belajar untuk membuktikan diri saya. melalui tindakan. tidak hanya sekedar kata-kata. bahwa janji dibuat untuk ditepati. bahwa kebaikan yang sudah orang berikan bukan untuk diuji elastisitasnya, namun untuk dijaga dan dihargai dan jika mampu, dibalas di kemudian hari.

manusia hidup dengan hak dan kebebasannya masing-masing, yang saling dibatasi oleh hak dan kebebasan orang lain di sekitarnya. kata pamungkas ayah saya, heran, seharusnya selalu menjadi panutan saya. kata pamungkas senior saya, lihat dan baca, juga seharusnya selalu menjadi panutan saya. karena dengan hal-hal itu, kita dapat bertahan hidup dan berkembang.

December 19, 2013

me and just me

today is just another day. but it's today, not yesterday, not tomorrow. it is now.

baiklah, saya sendiri tidak mengerti dengan kalimat yang saya tulis sebelumnya.
saya sesungguhnya orang egois yang suka gak enakan. kontradiksi banget ya? ya, kadang saya terlalu dipenuhi dengan hal-hal yang berbau paradoks. dan kemudian saya menemukan, tidak, lebih tepatnya dipinjamkan sebuah buku. di dalam buku itu tertulis :
sesungguhnya hidup hanyalah mengenai paradigma berpikir kita terhadap diri kita sendiri yang terkadang terpengaruh oleh lingkungan. tapi semuanya, akan kembali lagi pada diri kita sendiri dalam mengambilkan kesimpulan mengenai kita.
saya juga sering berpikiran seperti itu, hanya saja terkadang tidak tahu mengapa saya selalu saja terpusat pada hal yang negatif. meskipun super ingin untuk menjadi manusia positif, akhirnya saya malah netral. terlalu netral hingga tidak benar-benar menganggap. salah banget sih itu menurut saya.

saya pun menemukan kalimat lain.
life isn't about finding yourself. life is about creating yourself. - George Bernard Shaw
tidak ada yang namanya pencarian jati diri. yang ada adalah keputusan bagi diri sendiri untuk kelanjutan hidup kita. untuk masa depan seperti apa yang kita inginkan. untuk seperti apa kita ingin orang lain menganggap dan memandang kita. karena semua keputusan itu, ada di tangan kita masing-masing. orang lain hanya bisa menawarkan bisikan-bisikan setan atau hembusan angin surga. yang memutuskan tetap diri kita sendiri.

makanya, memilih lingkungan bergaul itu penting. makanya, pembentukan karakter sejak dini di rumah, penanaman nilai-nilai dasar kehidupan dari kecil, itu penting. itulah yang kita jadikan pegangan sampai nanti besar. hal-hal itu, yang mendasar, antara mana yang baik dan buruk, yang sudah dikatakan dalam setiap ajaran agama, yang dijadikan jalur bagi kita untuk memilih. sisanya? pilihan kita.

jadi, kamu memilih untuk menjadi diri yang seperti apa?

November 25, 2013

berkelana

Jadi, usaha saya untuk menghindari matahari sesungguhnya seharusnya masih berjalan. Hanya saja, saya terlalu nakal hingga akhirnya saya memilih untuk tidak segitunya. Namun, masalahnya adalah saya jadi tidak mendapatkan ijin untuk melakukan perjalanan operasional. Apapun itu.


Yups, if you feel like quitting, think about why you started. Kalau kamu mulai berpikir untuk menyerah, pikirkan kembali kenapa dulu kamu mau untuk memulai. Kalimat ini sempat menohok kepala saya yang memang mulai mentranformasikan rumus untuk 'pergi'. Dan kembali, saya tidak pernah bisa pergi begitu saja. Karena seperti yang selalu saya katakan jika berbicara mengenai mimpi. "Saya hanya ingin bisa meninggalkan jejak yang baik di setiap orang yang kehidupannya pernah saya sentuh." Itu saja, dan itu lebih dari cukup.

Dan segitu gak enakannya saya, saya tidak bisa semudah itu pergi meninggalkan apapun yang ada. Saya hanya ingin balas budi. Saya hanya ingin agar adik-adik saya dapat merasakan kesenangan yang sama dengan yang dulu saya rasakan bersama kakak-kakak saya. Saya ingin mereka mendapatkan manfaat yang sama. Saya ingin berguna. Saya ingin dilihat.

Egois ya?
Sometimes, saya hanya ingin akhirnya saya diakui untuk apapun yang sudah saya kerjakan. Saya ingin akhirnya saya bisa dianggap becus kerjaannya. Saya ingin menikmati tatapan bangga. Karena akhirnya saya hanya bisa mengecewakan mereka.

Intinya, mengusahakan yang terbaik bukan?
Dan jangan pernah berhenti, karena kamu tidak akan pernah tahu bahwa ternyata kamu hanya tinggal selangkah lagi dari kesuksesan yang kamu inginkan. Tuhan akan selalu berada di pihakmu selama kamu selalu dekat dengannya.

Memangnya saya jadi aneh? Saya hanya mencoba keseharian yang baru yang menurut saya adalah kesimpulan bentuk keseharian yang paling benar menurut analisis saya. Kalau menurut kamu ini aneh, saya benar-benar tidak tahu lagi harus seperti apa.

August 28, 2013

tawaran

sesungguhnya, dunia menawarkan terlalu banyak kesenangan. dunia menawarkan banyak sekali cerita. dunia, kalau kamu mau berhenti sejenak dari kesibukan atas urusan-urusanmu itu, sungguh sangatlah kaya akan inspirasi. kalau saja kamu mau berhenti sejenak dan melihat dengan sungguh-sungguh. melihat dengan seluruh panca indera yang kamu miliki.

dan jalanilah hidup dengan penuh makna. bahwa setiap detik dari kehidupanmu adalah berharga. bahwa setiap detik dari yang kamu alami menawarkan makna. kalau kamu mau benar-benar melihatnya dengan seksama.

rasanya ingin lepas landas terbang bebas atau sekedar diam menikmati luasnya samudera dan tiupan angin laut. ya, saya ingin berada dalam perjalanan. lagi. apapun itu. bersamamu. (menuju P.Komodo, Flores dari Labuan Bajo)

August 27, 2013

avoiding sunlight

bagi Anda yang mengetahui current condition saya mungkin mengerti apa maksud dari judul postingan saya kali ini. dan bagi yang tidak, sesungguhnya tidak ada arti tersembunyi dari judul tersebut karena sesungguhnya memang saya sedang menghindari matahari.

bukan karena saya benci sengatannya atau saya benci kehangatannya. saya hanya sekedar tidak boleh bertemu langsung dengannya. muka saya sebagian besar masih dipenuhi oleh kulit muda yang baru saja tumbuh dan masih sangat sensitif, sehingga mereka belum bisa bertemu matahari langsung.

Allah :') dari sehelai rambut yang tidak dibentuk dgn sengaja di washbasin rumah