Amara : Jika tiba saatnya saya menghilang, apakah kamu akan kehilangan? Akankah saya menemukanmu sedang mencari saya?
Artama : Ama, perlukah kamu pertanyakan lagi hal ini? Sebegitu tidak percayanyakah kamu pada saya?
Amara : Ternyata sesulit itu untuk mempercayaimu seutuhnya, Ara. Karena rasa sesak di dada saya selalu muncul saat mengingatmu. Mungkin memang hanya sekedar saya yang terlalu berlebihan.
Artama : Biarkan aku tahu, Ama. Buat aku mengerti. Karena jika memang segalanya menyiksamu, aku tidak kuat untuk menahan itu semua. Aku di sini lebih tersiksa melihat kamu yang kehilangan senyummu.
Amara : Ara, saya mohon. Jangan buat saya kembali hanya dengan lisanmu. Buat saya percaya dengan tindakanmu. Karena saya tidak ingin melakukan kesalahan untuk ke-sekian kalinya.
(Ara bergerak memeluk, namun Ama menghindar)
Amara : Jangan, Ara. Cukup. Saya pamit dulu. Selamat malam.
(Ara tidak sanggup memberikan respon apapun. Ia bergeming. Hatinya kosong. Pikirannya kosong. Napasnya tersengal. Dan dunia menjadi gelap)
March 12, 2014
March 3, 2014
pudar
lagi-lagi, saya merasa tertampar. semudah itukah saya untuk merasa bersalah? sedangkan orang-orang di luar sana terus saja mengacau tanpa menyadari setiap efek dari hal yang sudah mereka lakukan.
sudah seburuk itukah para pemuda pemudi masa kini?
sesungguhnya, komunikasi bukanlah mayor saya. bahkan bisa jadi saya termasuk orang yang bisu jika itu sudah datang pada sebuah forum besar dengan para pakar dan saya merasa kecil. perasaan yang tidak benar, karena dia membunuh kesempatan saya untuk berbicara dan menunjukkan isi kepala saya kepada mereka.
namun, bukan berarti saya tidak mengerti bagaimana cara berkomunikasi yang baik. karena saya pun sesering itu diharuskan untuk berkomunikasi. karena hal tersebut seharusnya merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manusia. untuk mengetahui waktu yang tepat dalam mengatakan sesuatu, untuk mengetahui bahwa setiap manusia memiliki treatment yang berbeda, bahwa setiap tingkatan umur manusia membutuhkan tingkat kesopanan dan penghormatan yang berbeda, bahwa wanita berbeda dengan pria. seharusnya hal tersebut hanyalah ilmu dasar yang tidak perlu lagi diajarkan.
namun, kenapa para pemuda pemudi masa kini tidak sepeduli itu dengan kesadaran-kesadaran dasar yang ada? lupa? atau apa?
sudah seburuk itukah para pemuda pemudi masa kini?
sesungguhnya, komunikasi bukanlah mayor saya. bahkan bisa jadi saya termasuk orang yang bisu jika itu sudah datang pada sebuah forum besar dengan para pakar dan saya merasa kecil. perasaan yang tidak benar, karena dia membunuh kesempatan saya untuk berbicara dan menunjukkan isi kepala saya kepada mereka.
namun, bukan berarti saya tidak mengerti bagaimana cara berkomunikasi yang baik. karena saya pun sesering itu diharuskan untuk berkomunikasi. karena hal tersebut seharusnya merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manusia. untuk mengetahui waktu yang tepat dalam mengatakan sesuatu, untuk mengetahui bahwa setiap manusia memiliki treatment yang berbeda, bahwa setiap tingkatan umur manusia membutuhkan tingkat kesopanan dan penghormatan yang berbeda, bahwa wanita berbeda dengan pria. seharusnya hal tersebut hanyalah ilmu dasar yang tidak perlu lagi diajarkan.
namun, kenapa para pemuda pemudi masa kini tidak sepeduli itu dengan kesadaran-kesadaran dasar yang ada? lupa? atau apa?
Subscribe to:
Posts (Atom)