December 24, 2014

#5 proses

Manusia hidup akan selalu berproses.

Seorang teman saya berkata, "Namanya juga sedang dalam proses pencarian."

Sebuah proses yang diawali sejak kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing ke dunia ini dan akan berakhir ketika kita semua kembali untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang namanya menang atau kalah terhadap orang lain. Justru pertandingan sesungguhnya adalah pertarungan yang terjadi dengan dirimu sendiri.

Karena itu, kenyataan paling dasar yang terjadi adalah tidak ada siapapun yang bisa membantu dirimu selain dirimu sendiri. Dan Tuhan (saya masih percaya segala yang terjadi di dunia ini haruslah dengan ijin-Nya). Orang lain tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dengan dirimu, seberat apa beban yang kamu angkut, seringan apa kamu ketika kebahagiaan itu sedang melanda, dan apa yang sesungguhnya kamu pikirkan. Orang lain hanya bisa memberikan saran, bahkan terkadang mereka hanya bisa mendengarkan.

Kamu yang memiliki kehormatan serta tanggung jawab tertinggi untuk memutuskan apapun itu dalam hidupmu. Percaya saja bahwa hidup ini adalah bagian dari proses perjalanan. Ada saat ketika kamu harus menghadapi jurang yang terjal dan pendakian yang melelahkan, namun juga akan tiba waktu di mana kamu akan disuguhkan pemandangan indah dan pertemuan dengan bunga edelweiss yang abadi.


Padang Edelweiss, Surya Kencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Dalam perjalanan menuju Puncak Gunung Ciremai

Cobalah untuk mengubah perspektifmu sesekali. Mungkin kamu akan menemukan keindahan dalam keterpurukanmu.

December 22, 2014

#4 firasat

Aku kembali menoleh ke belakang dan kembali memastikan ke sekitar untuk yang kesekian kalinya hari ini. Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku selalu merasa seakan ada yang sedang mengikuti dan memperhatikanku dari kejauhan. Hanya saja setiap kali aku mencoba untuk memastikan, tidak ada hal aneh apapun yang bisa terdeteksi.

"Key? Ada apa? Kamu terlihat aneh sejak tadi. Kamu seperti panik dan ketakutan." Ziva mencoba membantuku. Aku bahkan tidak tahu apa masalahku yang sebenarnya, bagaimana aku bisa mengetahui bagaimana cara membantu aku?

"Nggak ada apa-apa kok Zi. Aku cuma merasa kurang enak badan aja." Aku tersenyum sambil berusaha menahan diri untuk tidak kembali menoleh ke sekeliling. Perasaan aneh itu kembali datang seperti saat ada tatapan yang mencoba menusukmu dari belakang.

-------------

Keara, bahkan kamu bisa merasakan kehadiranku. Setelah hampir dua tahun aku pergi, sebesar inikah sesungguhnya ikatan yang ada di antara kita? Apa yang telah terjadi dengan kamu dan aku selama ini?

Sudah beberapa hari terakhir, aku tidak dapat menahan diri untuk tidak kembali dan mengunjungimu. Aku mengikuti setiap langkahmu. Aku menunggu setiap kegiatanmu. Aku memperhatikan setiap detail dari ekspresimu. Aku ingin memastikan kamu tetap bahagia dengan kehidupanmu. Dan aku ingin kamu mengetahui bahwa aku selalu ada bersama semua orang dan makhluk yang mengelilingimu.

Mungkin mendatangimu kembali dan mengusik ketenanganmu dalam beberapa hari terakhir ini adalah sebuah kesalahan. Aku hanya ingin mengirimkan pesan khusus untukmu. "Keara, kamu harus bahagia dan aku akan selalu menjagamu". Hanya saja, jiwa ini tidak mampu melakukan apa-apa selain membuatmu gelisah.

Untuk terakhir, aku memberanikan diriku untuk mencoba menggenggam tanganmu. Menautkan jemariku pada jemari tanganmu yang panjang, tercipta untuk menjadi pianis yang handal. Aku tersenyum dan meraih tanganmu, menatapmu untuk yang terakhir.

-------------

"Aldan?" Aku berbisik pelan, takut Ziva mendengar. Genggaman ini hanya miliknya. Ia satu-satunya yang mampu mengalirkan perasaan semacam ini dengan sentuhannya. Aku menggerakkan tanganku yang satu dan menumpukkannya pada sebelah tanganku yang lain.

"Ini kamu. Selama ini." Aku tersenyum, menahan air mata yang menyeruak ingin melarikan diri.

-------------

"Iya, Keara. Akan selalu aku." Aku menggenggamnya lebih erat.


(22-23 Desember 2014)

December 18, 2014

#3 failure

Oh God, I'm so bad at routine.

Saya berhutang 6 hari untuk tulisan dalam rangka #100days ini. Bahkan saya hanya bertahan 2 hari. Apa yang harus saya lakukan untuk membenahi diri saya ini?

Saya harus positive thinking. Saya harus semangat. Sekarang adalah saatnya saya fokus sama skripsi saya. Ghaniyya harus semangat!!

Pantai Ujung Genteng

There are times to do everything, but not all at once.
Prioritize!!!

December 11, 2014

#2 language of love

In this particular noon, in my very own car (Urfie!!), suddenly I feel all alone. I am an introvert person, but that's not mean that I don't need companies. I just don't like to be too involved in a crowd. I prefer sit in the middle of that something and just watch everyone messing around. Laugh or smile for their jokes, give a little comment for their craziness, but being the spotlight? I don't think it's a good idea.

And when i feel so afraid for this being the-center-of-attention thingy, the other part of me is also craving for that. In the end, I'll be just standing still awkwardly with me battling with myself.

Actually, I was in the middle of waiting for my mom's meeting with her friends. Then, after she has done, along the road to our next destination, we talked about this language of love. It is about how each people express their love to others and also feel that they are being loved.

In general, there are 5 languages of love. (there's also a book from Gary Chapman discussing about this topic)

Physical touch.
Receiving presents.
Words of affirmation.
Act of service.
Quality time.

It is necessary to know your own language and your partner's language to really understand how to treat each other. So the other would get the message without mistakes.

But, what is mine? Is it possible for me to have the need for all?

#1 I'm about to start another #100days

To form a new habit, sometimes you need to start with forcing yourself to do it. You have to set some specific rules to yourself so that habit will be planted into your mind and all the part of your body and suddenly it will become natural.

There is this theory about how many times you need to do things until it becomes your nature. Actually, I don't really know and understand the basic of this theory but it's worth the try, though, as long as it is for something good or even better.

3times; for leaving your old habit behind.
7times; you start to feel strange for not doing your new habit.
40times; this new habit already runs through your veins and be the part of your life cycle.

Trying something is not going to hurt, you know. Breaking the old habit is somewhat important for our life because flat life is boring, at least for me. There will be no challenges, no adrenaline rushing, no new faces, no exciting story, no epic things to be proud of. Just another exact same life cycle from day to day.

What's the point, then?

Isn't life is all about living? A heart that shows a straight line is a dead heart. A life with no pulse of excitement or sadness or anxiousness or etc is a colorless life.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." (Mark Twain)

This is not about being someone else. This is also not about mimicking others' life. Because nobody is perfect actually. You just have to be a little smart at sort out the good things between the bad one. Pick the good one and leave the bad. And don't lose your own uniqueness of yours.

December 9, 2014

show up!

Recently, I have been reading articles that being recommended by LinkedIn to my timeline. There are many beautiful and inspiring article for me. One of the article called 'Just Show Up' have been spinning around my mind this lately.

Okay, stop with the English session before someone start to curse me for my bad English.

Artikel tersebut mengatakan bahwa pada intinya, apapun yang sedang terjadi pada dirimu, yang perlu kamu lakukan adalah menunjukkan dirimu. Hadir. Dan dari sana kamu akan menemukan banyak hal.

Mungkin kamu akan mendapat hal baru, mempelajari hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
Mungkin kamu akan menjadi saksi dari hal yang tidak banyak orang yang berkesempatan untuk itu.
Mungkin kamu tiba-tiba ditunjuk untuk melakukan sesuatu dan ternyata kamu dibayar.
Atau mungkin sekedar kamu bisa mengalami pengayaan pengalaman. Bertemu orang lama ataupun baru. Berbincang dan saling mengetahui. Dan yang paling baik, membantu.

Kalaupun kamu tidak dapat benar-benar hadir, setidaknya kamu bisa menulis. Biarkan dunia tahu bahwa kamu benar-benar ada. Let the world know that you are exist.

Dan sesungguhnya saya ingin untuk bisa melakukan hal itu.
So, I start to challenge myself to write at least one article each day. It will not always be about my day or something inspiring or about my jobs or some contemplation. Maybe it will only be something random that you my reader can't even get the point of what I'm saying, but at least I'm trying. And I always open for any comments or even critics from you so I can improve my communication skill. Or maybe just another random idea about what you would want me to write?

I'm really sorry for each mistakes I made in this article. Thank you for reading :)

December 4, 2014

malam

Malam bukan lagi dingin yang menyengat
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan


Dumai, 9 September 2014

kamu hilang

Aku masih di sini
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli


3 Maret 2014

kehilangan


Kehilangan.
Mungkin banyak orang yang mengetahui apa artinya, namun tidak banyak orang yang benar-benar mengerti maknanya. Apakah saya juga mengerti? Saya sendiri juga tidak tahu, karena pada akhirnya, makna adalah mengenai sudut pandang dari tiap-tiap pribadi seseorang. Dan ini hanya mengenai sudut pandang saya yang ingin saya bagi.

Kehilangan adalah suatu perasaan pada manusia, bukan hanya sekedar fakta yang tidak berjiwa.

Kehilangan yang ingin saya perbincangkan di sini adalah mengenai kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai. Kehilangan yang ingin saya perbincangkan bukan mengenai kehilangan seseorang secara sementara, kehilangan seseorang dari sebuah hubungan, namun hal yang lebih mendalam. Ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang yang sangat dicintai.

Saya sangat bersyukur, sejauh ini, tidak banyak pemakaman yang saya lalui sebagai anggota keluarga dari almarhum maupun almarhumah, kecuali seorang tante saya, seorang buyut saya, dan (belum lama ini) seorang eyangputri saya. Saya memang bukan orang yang mudah berempati dan memperlihatkan luapan emosi saya yang sesungguhnya. Entah memang tidak tersentuh secara dalam atau sekedar saya yang terlalu sering menahan diri hingga hal itu semacam menjadi sebuah kebiasaan.

Saya bukan orang yang pandai dalam membuat suatu kalimat pengandai dalam menjelaskan hal yang ingin saya sampaikan. Saya lebih suka menggunakan kalimat-kalimat straightforward tapi njelimet. Maafkan atas kelabilan saya tersebut.

Setiap pengalaman yang kamu miliki, setiap kejadian dalam kehidupanmu, adalah suatu garis-garis bercabang yang saling berpotongan bersama dengan setiap pengalman dan kejadian orang lain di seluruh dunia ini. Saya percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semua telah diatur sedemikian rupa sehingga.

Saya percaya bahwa semesta berbahasa.

Sekitar seminggu sebelum eyangputri saya meninggal, eyangkung saya bermimpi bahwa beliau terkena tsunami dan eyangputri menghilang.
Sekitar itu juga, eyangputri mengatakan kepada salah satu temannya bahwa ia lelah.
Pada hari ulang tahunnya, 4 hari sebelum beliau meninggal, beliau tidak dapat meniup lilin ulang tahunnya bahkan dari jarak hanya sekitar 15 cm.
Pada hari Minggu, 1 hari sebelum detak jantung beliau berhenti bekerja, siang hari ketika beliau masih sadar, beliau berkata, "Masih belum ada yang bisa menyembuhkan penyakitku".
Malam harinya, ketika aku mendapatkan berita bahwa beliau jatuh, hatiku sudah berkata hal yang tidak menyenangkan, bahkan sebelum aku benar-benar melihat langsung kondisi beliau.
Tidak lama sebelum beliau meninggal, salah seorang saudara jauh beliau, tanpa ada apa-apa mendapatkan gelasnya terjatuh dan pecah diiringi firasat buruk.
Tepat tengah malam pada hari beliau meninggal dunia, pintu ICU tempat beliau dirawat tiba-tiba jebol dengan suara kencang padahal hanya sekedar dibuka pelan.

Segalanya ingin menyampaikan pesan.
Hanya bagaimana manusia mampu meresapi dan mendalami sinyal-sinyal tersebut atau tidak di tengah kesibukannya terhadap dunia. Atau hanya dirinya. Dan seringnya, manusia tidak sepeka itu untuk menyadari ada hal yang ingin disampaikan kepadanya.

Tenanglah di sana, Yangti.
Kami di sini insya Allah akan selalu mendoakanmu atas segala yang terbaik dan tetap menjalani kehidupan kami dengan positif dan semangat yang selalu baru.
Terima kasih untuk selama ini :)

3 November 2014

May 5, 2014

teruntuk kalian,

ya. kalian. siapapun yang tetiba mampir dan membaca. atau sekedar orang-orang yang saya inginkan untuk membacanya namun tidak pernah peduli untuk sekedar menyisihkan sedikit dari waktunya untuk melihat.

maaf karena saya tidak sehebat itu dalam mengontrol emosi saya. emosi bukan dalam artian ledakan. jangan bayangkan emosi saya yang tidak terkontrol adalah saya teriak marah-marah dan membanting segala barang di sekitar saya. bukan itu. emosi dalam artian umum, yaitu perasaan yang saya rasakan. maaf atas ketidakinginan saya untuk mengerti dan peduli. maaf untuk keegoisan yang sedang berlangsung beberapa hari ke belakang ini dan mungkin saya tidak tau hingga kapan.

mungkin saya hanya sekedar kurang menerima diri saya sendiri. saya tidak mau saya seperti ini karena saya merasa egois dan tidak berguna ketika saya bertingkah seperti yang saya inginkan. bahwa mereka semua tidak ada yang mendengarkan. bahwa sesungguhnya mereka tidak peduli. bahwa mereka.....baiklah, saya mulai berpikiran jahat dan tidak seharusnya seperti ini.

karena sungguh, saya sayang mereka.

kalau teman saya mengatakan, kami semua hanya sekedar jenuh. dan semuanya berubah menjadi seakan tidak benar dan tidak sesuai. dan saya sama sekali tidak mengharapkan transformasi ke arah ini.

March 12, 2014

hilang

Amara : Jika tiba saatnya saya menghilang, apakah kamu akan kehilangan? Akankah saya menemukanmu sedang mencari saya?

Artama : Ama, perlukah kamu pertanyakan lagi hal ini? Sebegitu tidak percayanyakah kamu pada saya?

Amara : Ternyata sesulit itu untuk mempercayaimu seutuhnya, Ara. Karena rasa sesak di dada saya selalu muncul saat mengingatmu. Mungkin memang hanya sekedar saya yang terlalu berlebihan.

Artama : Biarkan aku tahu, Ama. Buat aku mengerti. Karena jika memang segalanya menyiksamu, aku tidak kuat untuk menahan itu semua. Aku di sini lebih tersiksa melihat kamu yang kehilangan senyummu.

Amara : Ara, saya mohon. Jangan buat saya kembali hanya dengan lisanmu. Buat saya percaya dengan tindakanmu. Karena saya tidak ingin melakukan kesalahan untuk ke-sekian kalinya.

(Ara bergerak memeluk, namun Ama menghindar)

Amara : Jangan, Ara. Cukup. Saya pamit dulu. Selamat malam.

(Ara tidak sanggup memberikan respon apapun. Ia bergeming. Hatinya kosong. Pikirannya kosong. Napasnya tersengal. Dan dunia menjadi gelap)

March 3, 2014

pudar

lagi-lagi, saya merasa tertampar. semudah itukah saya untuk merasa bersalah? sedangkan orang-orang di luar sana terus saja mengacau tanpa menyadari setiap efek dari hal yang sudah mereka lakukan.

sudah seburuk itukah para pemuda pemudi masa kini?

 sesungguhnya, komunikasi bukanlah mayor saya. bahkan bisa jadi saya termasuk orang yang bisu jika itu sudah datang pada sebuah forum besar dengan para pakar dan saya merasa kecil. perasaan yang tidak benar, karena dia membunuh kesempatan saya untuk berbicara dan menunjukkan isi kepala saya kepada mereka.

namun, bukan berarti saya tidak mengerti bagaimana cara berkomunikasi yang baik. karena saya pun sesering itu diharuskan untuk berkomunikasi. karena hal tersebut seharusnya merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manusia. untuk mengetahui waktu yang tepat dalam mengatakan sesuatu, untuk mengetahui bahwa setiap manusia memiliki treatment yang berbeda, bahwa setiap tingkatan umur manusia membutuhkan tingkat kesopanan dan penghormatan yang berbeda, bahwa wanita berbeda dengan pria. seharusnya hal tersebut hanyalah ilmu dasar yang tidak perlu lagi diajarkan.

namun, kenapa para pemuda pemudi masa kini tidak sepeduli itu dengan kesadaran-kesadaran dasar yang ada? lupa? atau apa?

February 23, 2014

saya tahu

saya tahu.
tidak seharusnya saya mengeluh. tidak seharusnya saya merasa marah dengan semuanya. tidak seharusnya saya meributkan tugas saya. tidak seharusnya saya meributkan keadaan saya. tidak seharusnya saya menyalahkan dunia.

karena yang salah sesungguhnya, tidak lain dan tidak bukan, adalah saya sendiri. setiap pilihan dalam kehidupan saya yang mungkin salah. dunia yang ada di sekitar kita hanyalah sekedar berputar sesuai dengan yang selalu ia lakukan.




saya belajar.
bahwa saya harus lebih bisa menghargai waktu. bagaimana di antara seluruh kesibukan yang saya miliki, di antara seluruh aspek kehidupan yang saya pilih untuk saya sentuh, saya harus mengoptimalisasikan semuanya.

saya hanya ingin semua orang senang. mungkinkah?

saya belajar untuk membuktikan diri saya. melalui tindakan. tidak hanya sekedar kata-kata. bahwa janji dibuat untuk ditepati. bahwa kebaikan yang sudah orang berikan bukan untuk diuji elastisitasnya, namun untuk dijaga dan dihargai dan jika mampu, dibalas di kemudian hari.

manusia hidup dengan hak dan kebebasannya masing-masing, yang saling dibatasi oleh hak dan kebebasan orang lain di sekitarnya. kata pamungkas ayah saya, heran, seharusnya selalu menjadi panutan saya. kata pamungkas senior saya, lihat dan baca, juga seharusnya selalu menjadi panutan saya. karena dengan hal-hal itu, kita dapat bertahan hidup dan berkembang.

February 1, 2014

dikelilingi mereka

mereka.
adalah keluarga saya.

awalnya mereka sama sekali bukan siapa-siapa untuk saya. bahkan saya tidak pernah membayangkan akan menjadikan mereka keluarga bagi saya. permainan mereka awalnya jauh dari permainan saya yang biasanya. dunia mereka belum pernah saya kenal sebelumnya. dan perkumpulan semacam ini sudah menjadi impian saya sejak saya masih duduk di bangku SMP.

mereka tidak selalu memberikan saya bahagia, namun mereka mengajarkan saya untuk bersabar dan terus bergerak maju mencapai kebahagiaan tersebut. seringnya mereka mengusik kenyamanan saya, dan begitulah mereka menyadarkan saya untuk mendobrak pagar saya demi membangun zona yang lebih luas.

mereka membuka mata saya.
mereka yang mempertemukan saya dengan berdiri di atas awan. mereka yang mengenalkan saya kepada jeram yang menantang. mereka yang memberikan saya kesempatan untuk mengelus lekukan tebing. mereka yang membawa saya pada kegelapan abadi. dan mereka yang menemani saya dalam setiap petualangan tersebut. petualangan yang sudah menjadi kisah bagi hidup saya. dan dicemaskan oleh kedua orang tua saya.

mereka, secara sadar dan tidak, secara langsung ataupun tidak, telah memberikan saya banyak hal.

keinginan untuk pergi bukan sekali dua kali mampir di kepala saya. bahkan jari di tangan seorang tidak cukup untuk memberikan angka yang tepat. hanya saja, pikiran untuk tidak dapat lagi bercengkrama dengan mereka, pikiran untuk tidak mendengar tawa mereka, tidak bertemu, dan menjadi asing. semua itu terlalu menyedihkan. dan saya tidak pernah sanggup untuk menghindar dan pergi.


akan jadi apakah nanti?
setelah mereka semua pergi. setelah saya pun pergi. setelah kami memiliki hidupnya masing-masing. dan di satu waktu kami kembali berkumpul dan menertawakan hal yang tetap sama dengan cerita yang masing-masing bawa dari kehidupannya.

dan petualangan pun dimulai dari sana. petualangan yang sesungguhnya.

January 27, 2014

jumping!


mari melompat lebih tinggi
untuk tantangan yang lebih besar
untuk mata yang lebih membuka
untuk hati yang lebih tersadarkan
dan untuk hidup yang lebih bermakna

27 Januari 2014
maaf gambarnya super abstrak