December 8, 2015

pergantian tanggal

tidak banyak yang mampu aku katakan.
aku.. sedang jatuh cinta. tidak tahu terhadap apa tepatnya hati ini menjatuhkan perasaannya. namun memang ada yang berdesir di dalam sana setiap kali pikiran itu melintas.

atau mungkin hanya jantungku yang mengalami gangguan kesehatan? kuharap tidak.

debaran yang secara tiba-tiba berubah tidak konstan, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sesungguhnya sedang terjadi. bahkan terhadap hal kecil. detak tersebut terlalu kuat hingga aku butuh batuk untuk menyeimbanginya.

ini apa?

and actually, i think, i am just in love with languages. i really want to master some of it. english, spanish, italian, arabian, chinese, japanese, french, and many more. there are some sexiness in mastering those languages. at least, that's what i think. i am fascinated by the way other language is talked. there's an art in it. and i want to be able to talk the same way.

November 3, 2015

to create

Apa yang disampaikan dari hati, akan sampai ke hati.

Saya mempercayai hal di atas. Karena apapun yang kamu buat, kamu katakan, kamu tuliskan, akan memiliki nyawa sebesar energi yang kamu alirkan ke dalamnya. Percayai apa yang kamu sampaikan dan pada akhirnya semua orang pun akan mempercayainya.

October 20, 2015

Smile

Satu hal yang selalu menarik hati saya dari seseorang adalah SENYUMAN mereka.

Bagi sebagian orang, mungkin wajah, mungkin gaya berpakaian orang tersebut, mungkin cara mereka berbicara dan membawa diri, atau mungkin salah satu bagian dari tubuh seseorang. Untuk saya, hal itu adalah senyuman dan setiap hal yang bersembunyi di balik senyum tersebut.

Saya menyukai kisah. Mendengarkan cerita, mengetahui seseorang mempercayakan sebagian kecil dari dirinya kepada saya, memperhatikan perubahan air muka seseorang meskipun hanya sekilas, semua adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa saya menikmati sekedar duduk-duduk sendiri di suatu kafe tertentu atau lokasi tertentu untuk waktu yang kadang terhitung lama.

Dan saya selalu jatuh cinta pada kebahagiaan. Senyum, tawa, gestur seseorang, bagaimana orang-orang saling berinteraksi menunjukkan perasaan mereka kepada satu sama lain.

Dengan melihat senyum seseorang, saya merasa mengenal orang itu. Meskipun tidak setiap senyum menunjukkan hal yang mudah ditebak, namun saya selalu tertarik. Saya penasaran dengan kisah-kisah yang tersembunyi. Saya senang menebak-nebak apa yang ada dalam pikiran seseorang. Dan saya merasa dekat hanya dengan mempelajari senyum seseorang.

Karena, menurut saya, senyum ibarat jalan yang mampu menuntunmu ke suatu tempat yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Terkadang berujung kepada suatu hal yang menyenangkan, terkadang terlalu kelam dan mencekam hingga membuatmu tidak bisa bernafas. Namun, inti dari segalanya adalah saya bisa mengetahui sesuatu.

Dan itu pun cukup.

October 7, 2015

BAHAGIA

Akhir-akhir ini, kata ini begitu sering muncul menjadi pusat perbincangan. Mungkin karena ini bulan September    September Ceria? Atau kenyataan bahwa sejak tanggal 23 September lalu hingga akhir tahun akan tepat 100 hari. Atau mungkin realita saat ini yang seakan menghisap semua kesenangan hingga manusia perlu untuk saling diingatkan untuk berbahagia?

Mungkin.

Sudut pandangku melihat   dan selalu melihat   bahwa inilah hidup. Hidup akan selalu menerbangkanmu tinggi di atas awan dan menguburmu dalam tanah secara bersamaan. Setiap kejadian tidak akan bisa dihindari. Semua, bahkan hingga bagian terkecil, harus dihadapi. Namun, apakah mereka harus menjadi penghalang bagi kebahagiaan?

Tidak.

Berbahagia ada di hati dan pikiran masing-masing manusia.
Satu-satunya yang mampu menghalangi bahagia hanya kamu dan dirimu sendiri.

October 6, 2015

in the middle of everything

umm.. Hi?

It has been awhile since my last post. I don't know why. I blank in the minute I face my laptop.

I feel empty.
I feel like there's something missing in my life. Like I am not complete yet. I'm not talking about looking for my other half kind of completion. But it's more like.. who am I? What am I doing all this time? What do I try to achieve in this life? How do I want to live my life? And many other unanswered questions.

People around me always moving forward. Chasing their dreams. Seems like they already on their right tracks. They know what they want to do. They know what they need to do. And I'm still messing around with my life. I'm still stuck at the very same point.

I love myself.
I do.
I have to, right? To make myself really love myself and try to be lovely.

August 19, 2015

mengenai 17-an dan upacara

Saya rindu upacara pengibaran bendera.
Semuanya masih teringat jelas di kepala.

MC akan mengatakan, "Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya."
Seketika hening.
Dan Komandan Pleton akan meneriakkan aba-aba, "Siap gerak! Langkah tegap majuuu..JALAN!" dengan suku kata 'ju' yang cukup panjang tegas. Seluruh pasukan, dengan seragam, menghentakkan langkah pertamanya.
Seluruh peserta akan menoleh mencari sumber suara, melihat dengan seksama dan pandangan kagum (setidaknya itu yang saya lakukan jika saya menjadi peserta).

Laki-laki dengan wajah 'sok' garangnya dan perempuan yang harus mempertahankan senyumnya apapun yang terjadi dengan pandangan mata harus tetap terjaga menatap ke depan. Semuanya bergerak seirama. Ketukan langkah yang sama, ayunan kaki dan tangan sama tinggi, seluruhnya satu dalam beberapa kepala.

"Buka formasii..JALAN!" ujar Komandan Pleton.
Pasukan bergerak menuju berbagai arah tanpa terlihat berantakan. Berakhir dengan bentuk tertentu yang mungkin terkadang tidak dapat dilihat oleh peserta, namun mereka yang membuatnya merasakan kesenangan tersendiri terhadap karyanya.
"Hentii..GERAK!"
Dua ketukan tambahan dan hening kembali datang.

Di antara seluruh komponen upacara yang tidak boleh bergerak, tiga orang Pengibar Bendera menjadi satu-satunya yang melakukan pergerakan. Setelah mendekati tiang bendera, salah satu yang berdiri di tengah akan berbalik badan dan menunggu Pembawa Bendera mengantarkan bendera yang ada pada baki yang dia bawa.
Di sinilah letak prestisius menjadi seorang Pembawa Bendera. Ketika Pengibar Bendera bergerak bertiga, ia, seorang diri, bergerak dengan seluruh mata tertuju hanya padanya.

Bagian paling menegangkan hadir ketika Pembentang telah siap menggenggam sudut-sudut Bendera Merah Putih yang masih terlipat di tangan Penahan dan Pengerek bersiap menggenggam tali tiang bendera.
Semua orang menahan napas menunggu mendengarkan bunyi bendera terbentang.
BET! "Bendera siap!" ujar Pembentang.
Nafas kembali berjalan dengan lebih normal.

"Kepada Bendera Merah Putih, hormaaa..t GERAK!" Pemimpin Upacara memberikan aba-aba.
"Hiduplah Indonesia Raya.." ujar Dirijen menetapkan ketukan dan nada dasar.
Seluruh komponen upacara pun menyanyikan lagu kebangsaan tersebut dengan hikmat.

Pengibaran bendera selalu menjadi bagian ter-favorit dalam upacara bagi saya pribadi. Kini mungkin banyak yang melakukan upacara pengibaran serta penghormatan terhadap Merah Putih dengan cara-cara yang lain. Ada yang melakukannya di dasar laut, ada yang mengibarkan bendera raksasa di sisi tebing, dan masih banyak cara lainnya.

I fancy the old way.
Saya kangen menjadi pasukan pengibar bendera.

August 15, 2015

teruntuk

Baruna,

Aku takut.
Manusia selalu saja menuntut kebebasan dalam hidupnya. Namun, pada akhirnya manusia lebih senang dikekang, dibatasi, diatur. Mengapa pilihan yang tersedia menjadi terlalu banyak? Apakah semua manusia berpikiran seperti ini atau hanya Si Pesimis saja?

Bagaimana cara aku bisa memilih? Ataukah biar aku berikan semuanya pada takdir dan semesta? Yang manakah yang akan menuntunku kepada kamu?
Aku merindukanmu.


Renjana.

July 6, 2015

hening yang terpecah

selamat malam.

kepada kamu dan siapapun yang lainnya.
sesungguhnya saya sedang tidak dalam kondisi penuh dengan kata. atau juga dalam perjalanan yang meningkatkan adrenalin dan memberikan dorongan besar untuk diceritakan dan dibagikan kepada dunia.

saya sedang merasa datar.

there's so much things going on in my mind right now but i just can't get it right. i can't sort it out. semua layaknya badai yang berputar, dengan harap tidak menghancurkan. sepertinya saya sedang membutuhkan obrolan yang dalam. paksaan untuk berpikir.

mengenai saya.
kelanjutan hidup saya setelah ini.
kerja, S2, tulisan ataupun fotografi, kamu yang belum saya ketahui rimbanya, segalanya.

manusia akan selalu memiliki gambaran ideal mengenai kehidupan. untuk sisi manapun. yang terkadang orang pesimis akan menyebut gambaran ideal itu sebagai mimpi siang bolong. namun, apa salahnya? daydreaming is not a crime. hanya saja semua harus sejalan dengan setiap usaha yang dilakukan untuk mencapainya.

seseorang tanpa mimpi adalah setengah mati, bukan?

July 4, 2015

unknown

Segalanya bisa jadi berubah ke arah yang salah.
Namun, apa yang tidak?
Kita hanya manusia.
Lebih kecil dari titik di antara semesta.
Sepermilenium dari seluruh.
Kita tahu apa?

4th of July


Tepat 22 hari menuju ulang tahun saya.
Dan tepat 22 hari berikutnya menuju 17 Agustus.

Is it trying to tell something?
saya yang tepat berada di antara.

May 19, 2015

future (?)

Masa depan.
Itu apa?

Mungkin siapapun di luar sana dapat membantu. Karena saya pribadi sungguh tidak mengerti dengan segala perbincangan orang-orang ini. Pertanyaan yang mengandai-andai, mimpi dan juga harapan, angan-angan, mungkin.

Satu hal yang pernah saya pelajari selama saya melakukan perjalanan,
Jangan terlalu fokus pada hal yang terlalu jauh, karena bisa jadi kamu akan tersandung oleh hal tepat di hadapanmu.
Atau mungkin kalimat ini tertanam secara alam bawah sadar hingga akhirnya saya pun terbawa untuk tidak terlalu berangan terlalu maju.

Dan ketika kembali dipertimbangkan, pada akhirnya harapan itu akan menjadi hal yang terus menarik kita untuk terus maju dengan semangat penuh. Mimpi itu juga yang terus mengangkat kita yang terkadang jatuh akibat satu atau dua kerikil. Angan yang terus mendorong kita tetap melangkah. Kemungkinan itu yang terus menemani dan membuat kita selalu percaya.

Karena keajaiban itu adalah nyata.

May 14, 2015

atrium, koridor, balkon, apapun itu namanya

          Bel istirahat berbunyi. Guru di depan terlihat masih merapikan barang-barangnya dan demi alasan kesopanan aku menunggu setengah sabar untuk beliau keluar ruangan dan aku menyusul menuju koridor di depan kelas. Pelajaran Pak Bambang hari ini tidak seperti biasanya. Terlalu datar dan tidak menarik. Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh gosip yang beredar, beliau sedang tidak enak badan. Maaf ya, Pak, saya juga sedang tidak enak pikiran.
          "Sha, kantin yuk." Kirana menepuk pundakku dari belakang dan ikut menyandarkan badannya ke koridor. Dia merupakan salah satu sahabat terbaik yang ada di hidupku. Sayangnya, pengaturan tempat duduk kelas tidak mengijinkan kami untuk duduk bersebelahan.
          "Duluan aja, Na. Aku lagi gak mood makan nih."
          Setelah bertanya berulang kali dan aku terus meyakinkan dia untuk pergi tanpa aku, akhirnya dia menyerah dan membiarkan aku sendiri dengan pikiranku. Mataku kembali kepada ruang kelas yang tepat bersebrangan dengan ruanganku. Dia sedang tertawa bersama kawan-kawannya di depan kelas. Aku tidak tahu apa yang dilontarkan oleh kawannya itu hingga ia bisa terpingkal sekeras itu. Bagian ini adalah bagian yang paling aku nikmati. Beberapa menit kemudian adalah bagian yang paling aku benci.
          Nah, itu dia. Juga seorang seniorku, namun tidak satu angkatan dengan dia. Seorang wanita berjalan menuju dia. Dia yang sedang tertawa hingga matanya hanya tinggal segaris menyadari kehadiran wanita itu dan tersenyum semakin lebar. Aku bahagia, tidak sepenuhnya, melihat senyumannya. Bukan aku alasannya. Dan aku benci untuk tidak melakukan apapun atas itu.
          "Alysha, mau sampai kapan?" Kirana sudah kembali bersama waffle di tangan kanan dan jus pisang strawberry di tangan kiri yang kini ia sodorkan ke arahku.
          "Na!" Aku menunduk menyembunyikan kepalaku. "Jangan ditanya begitu. Aku jadi malu dan sedikit merasa bodoh."
          Kirana masih bersikeras untuk aku meminum jus yang ada di tangannya. Dia selalu tahu apa yang paling aku sukai. Setelah aku menyeruputnya, Kirana kembali menjawab. "Kalau memang dia untuk kamu, akan tiba waktunya dia akan ke kamu. Kalau memang bukan, mau kamu liatin kayak begitu sampai lumutan pun ya tidak akan ada yang terjadi. Daripada kamu buang-buang waktu, kamu lupa diri kamu, kamu gak semangat, kamu tidak mencoba mengenal dunia yang lain, untuk apa? Jangan sampai kamu menyesal nantinya."
          Aku terdiam.
          "Jadilah dirimu yang terbaik. Biarkan laki-laki itu yang melirik dan berusaha merebut hatimu daripada kamu yang bersusah-susah mengharapkan mereka mau kamu. Jangan merendahkan dirimu sendiri karena kamu sebenarnya sengatlah berharga." (end)

May 4, 2015

Kembali Ke Dalam

Pernah suatu kali saya membaca,
Justru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh,
Perasaan itu tiba-tiba bermetamorfosis menjadi egoisme,
dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
(Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta - Tere Liye)

Dan saya pun berpikir, mengingat ke belakang, dan melihat ke dalam. Mungkin saya memang belum sedewasa yang saya bayangkan. Memang masih banyak sisi dari dunia yang tidak saya kenali. Hidup pun baru berumur seujung kuku.

Saya teringat,
memang saya tahu apa?


April 6, 2015

Sepotong

          Suara deruman motor yang tiba-tiba dan bau emisi gas buang motor tersebut membuyarkan lamunan Kimi. Ibukota, di pinggir ibukota sekalipun, sama sekali tidak membuatnya mendapat kesempatan untuk mendapatkan kedamaiannya. Memandang jauh memang salah satu kebiasaan buruk Kimi yang hingga saat ini masih sangat sulit untuk ia hilangkan.
          Kimi tidak membutuhkan kesunyian total, pemandangan indah, atau cuaca tertentu untuk bisa masuk ke dalam fase kosongnya itu. Dia hanya butuh melepaskan ikatan pada pikirannya sesaat dan membiarkan dia berjalan-jalan jauh. Terkadang perjalanan tersebut terhenti di pertengahan, dan di lain waktu berakhir dengan sendirinya bersamaan dengan hadirnya kesadaran yang baru.
          "Kapan semua akan sadar untuk berhenti dan memulai meresapi segalanya?" Kimi berujar kepada dirinya sendiri. Ketika tangannya mulai bergerak menjangkau buku tulis dalam ransel abu-abu kesayangannya, ponsel Kimi berbunyi menunjukkan waktu untuk pulang. Sedikit kecewa, Kimi bergegas merapikan barangnya yang memang tidak banyak dan berjalan menghentikan angkot biru jurusan rumahnya.

(...)

April 5, 2015

Kontemplasi Tengah Malam

Segalanya kabur.
Benar, salah, masihkah penting?
Batas yang ada mulai runtuh.
Tembok batu menjulang, namun tidak lagi melindungi.
Meregang dan tidak kembali.
Waktu, berhentikah?
Dunia, sudah terbalik?
Kamu, kemana?
Arah kembali kepadaNya.
Dia, yang tidak terlihat, tidak tersentuh, tidak berwujud, berbeda dari dunia yang dimengerti oleh indra manusia.
Dia menjadi yang paling masuk akal.
Malu pun menguasai.
Mohon ampun, maaf, dan terima kasih terus diulang.
Bibir diam ketika hati berisik.
Aku merunduk dan bersujud.
Memasrahkan diri atas usaha.

Dan dunia jauh di belakang.

March 30, 2015

Pada suatu sudut

Memendam gejolak,
Ombak dan matahari,
Hujan badai dan petir menyambat,
Pelangi yang muncul,
Segalanya.

Tak bisakah aku turut menyaksikan setiap keindahan dan kepedihan?

Terkurung dan tersudut,
Tertahan dan tertekan,
Keinginan melepaskan.

Aku telah melihat jauh ke dalam,
Menembus tameng pertahanan yang tidak disadari,
Berusaha menarikmu keluar.

Rasa takutkah itu?

Ini aku,
dan hanya aku.

Jangan hiraukan dunia,
Pedulikan kebahagiaanmu.

Karena kedewasaanmu telah mengenali batas.

March 26, 2015

di tengah perjalanan

mungkin bukan saat ini
pun bukan kamu akan mengetahui segalanya
setidaknya akan datang saatnya
menunggu tidak akan berarti
berharap hanya berdiam
percaya
dan mungkin saatnya memang sekarang

January 29, 2015

#7 the art of letting go

Ia terpaku di hadapan kuburan tersebut. Belum sampai seratus hari eyangputri pergi, eyangkung telah pergi menyusul kekasihnya. Ibu, Eyangputri, dan Eyangkung, mereka telah berada pada satu dunia yang sama namun berbeda dengannya yang masih di sini.


"Capek ditinggalin melulu. Rasanya pengen sendiri aja. Abisnya kalo rame-rame itu pasti nanti ujung-ujungnya bakalan berpisah juga."

Aku kehilangan kata-kataku. Aku tau bahwa pengetahuanku atas perasaannya sangatlah minim, bahkan bisa dikatakan aku hanya sok tahu. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana besar kesedihan dan hampa yang aku rasakan jika aku berada di posisinya.

Kehidupannya setelah ditinggal oleh Ibunya sejak umur 9 tahun adalah bersama Eyangnya. Eyangputri dan Eyangkung sudah seperti orangtuanya sendiri selain Ayah kandungnya sendiri. Rumah Eyang merupakan rumah keduanya.

Aku sebagai sepupunya, dulu, ketika umurku masih sangatlah muda, aku sering merasa iri melihat jumlah perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Eyang kami kepadanya. Pikiran picikku merasa bahwa Eyang telah pilih kasih. Mereka selalu mengingat untuk memberikan hadiah saat sepupuku itu ulangtahun, sedangkan aku tidak. Aku bahkan menyesal pernah berpikir seperti itu.

Kini, aku tahu. Ia memang pantas untuk semua perhatian dan kasih sayang sebesar itu. Karena jumlah yang ia berikan untuk kedua Eyangku pun sama besarnya, bahkan mungkin lebih besar dari yang aku berikan kepada mereka. Mereka sangat dekat hingga bekas yang ditinggalkan sangatlah dalam.


I think there's no one really mastering this art of letting go things. I mean, just be honest, losing someone is really hard, even just from some relationship, let alone from your entire life forever.

Aku tidak berniat untuk menuliskan cara untuk menghadapi kehilangan semacam. Aku bukan ahlinya. Aku hanya sekedar ingin mengatakan bahwa hidup tidak akan selalu memberikan apa yang kamu inginkan, namun Tuhan akan selalu memilihkan jalan yang kamu butuhkan. Mungkin terkadang rencana-Nya mengikutsertakan sakit, kekecewaan, kesedihan yang dalam, namun akan ada bahagia dan kesuksesan yang menanti dibalik itu semua.

Lagi-lagi, kita hanya perlu percaya kepada-Nya dengan tetap berusaha bersyukur dan berdoa untuk yang terbaik dalam segalanya. Karena hanya Dia Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya :)



Salam sayang penuh cinta untuk kalian,
Sri Poernomo HK (3 November 2014) & Soekardjo Hardjosoewirjo (15 Januari 2015)
Semoga kita semua akan kembali dipertemukan nanti di dunia yang kekal dalam pertemuan yang membahagiakan.

January 1, 2015

#6 travel and restart

Selamat Tahun 2015!
selamat mengheningkan cipta.
selamat melakukan kontemplasi.
dan seperti yang sudah sempat saya tulis di instagram saya, maybe this is year is time to restart :)
travel sesungguhnya bukan hanya sekedar bepergian. menurut saya sendiri, keutamaan dari travelling adalah berpindah. dan berpindah bisa termasuk dalam segala kategori, bukan hanya sekedar tempat.
berpindah menjadi seseorang yang baru, misalnya.