Showing posts with label third eye. Show all posts
Showing posts with label third eye. Show all posts

September 18, 2020

codes and stuffs

jadi, ketertarikan saya terhadap kehidupan perkodean ini sebetulnya dimulai dari rasa penasaran saya pengen bisa bikin template blog sendiri. minimal, mengubah sedikit-sedikit dari template yang sudah ada. rasa penasaran itu terus berlanjut bahkan hingga sekarang. ya, pada dasarnya sih karena masih belum kebangun itu template websitenya. sebagian lain, karena walaupun udah punya gaji, masih belum rela beli template. masih penasaran.

ketertarikan terhadap kode itu pun juga berwujud ke dalam bentuk keinginan untuk belajar lebih lanjut mengenai data analysis. sebagian juga karena gatel sendiri sih kok masih banyak perusahaan yang gak peduli sama data yang mereka punya. gak mau serius mengumpulkan datanya dan lebih gak serius lagi mengolah datanya. meskipun kita emang gak bakal pernah tau ke depan bakal kayak gimana, tapi liat data historikal kan bisa menghemat banyak. kalopun mau coba-coba bisa agak lebih tepat gitu.

looking up to the sky..

kadang saya masih sering mikir, sebetulnya bagaimana orang bisa tahu apa jalan yang paling benar baginya? kayak orang suka bilang, "i found my calling," "i found my purpose." dan lain sebagainya. bagaimana mereka bisa tahu? kok hebat mereka bisa sangat yakin dengan hidupnya, dengan apa yang harus dilakukan dengan hidupnya?

tapi saya juga pernah berbincang, ada yang jawab begini. "gak ada orang yang 100% yakin dengan hidupnya. yang ada ya dijalani saja dengan sepenuh hati sambil tetap berdoa kepada Allah SWT agar terus diarahkan di jalan yang baik, dipertemukan dengan orang yang baik, ditempatkan di lingkungan yang baik."


so i guess i should just keep going, keep learning, keep being productive, keep being curious, and keep doing my best in everything i do.

right?

January 29, 2015

#7 the art of letting go

Ia terpaku di hadapan kuburan tersebut. Belum sampai seratus hari eyangputri pergi, eyangkung telah pergi menyusul kekasihnya. Ibu, Eyangputri, dan Eyangkung, mereka telah berada pada satu dunia yang sama namun berbeda dengannya yang masih di sini.


"Capek ditinggalin melulu. Rasanya pengen sendiri aja. Abisnya kalo rame-rame itu pasti nanti ujung-ujungnya bakalan berpisah juga."

Aku kehilangan kata-kataku. Aku tau bahwa pengetahuanku atas perasaannya sangatlah minim, bahkan bisa dikatakan aku hanya sok tahu. Aku sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana besar kesedihan dan hampa yang aku rasakan jika aku berada di posisinya.

Kehidupannya setelah ditinggal oleh Ibunya sejak umur 9 tahun adalah bersama Eyangnya. Eyangputri dan Eyangkung sudah seperti orangtuanya sendiri selain Ayah kandungnya sendiri. Rumah Eyang merupakan rumah keduanya.

Aku sebagai sepupunya, dulu, ketika umurku masih sangatlah muda, aku sering merasa iri melihat jumlah perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Eyang kami kepadanya. Pikiran picikku merasa bahwa Eyang telah pilih kasih. Mereka selalu mengingat untuk memberikan hadiah saat sepupuku itu ulangtahun, sedangkan aku tidak. Aku bahkan menyesal pernah berpikir seperti itu.

Kini, aku tahu. Ia memang pantas untuk semua perhatian dan kasih sayang sebesar itu. Karena jumlah yang ia berikan untuk kedua Eyangku pun sama besarnya, bahkan mungkin lebih besar dari yang aku berikan kepada mereka. Mereka sangat dekat hingga bekas yang ditinggalkan sangatlah dalam.


I think there's no one really mastering this art of letting go things. I mean, just be honest, losing someone is really hard, even just from some relationship, let alone from your entire life forever.

Aku tidak berniat untuk menuliskan cara untuk menghadapi kehilangan semacam. Aku bukan ahlinya. Aku hanya sekedar ingin mengatakan bahwa hidup tidak akan selalu memberikan apa yang kamu inginkan, namun Tuhan akan selalu memilihkan jalan yang kamu butuhkan. Mungkin terkadang rencana-Nya mengikutsertakan sakit, kekecewaan, kesedihan yang dalam, namun akan ada bahagia dan kesuksesan yang menanti dibalik itu semua.

Lagi-lagi, kita hanya perlu percaya kepada-Nya dengan tetap berusaha bersyukur dan berdoa untuk yang terbaik dalam segalanya. Karena hanya Dia Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segalanya :)



Salam sayang penuh cinta untuk kalian,
Sri Poernomo HK (3 November 2014) & Soekardjo Hardjosoewirjo (15 Januari 2015)
Semoga kita semua akan kembali dipertemukan nanti di dunia yang kekal dalam pertemuan yang membahagiakan.

January 1, 2015

#6 travel and restart

Selamat Tahun 2015!
selamat mengheningkan cipta.
selamat melakukan kontemplasi.
dan seperti yang sudah sempat saya tulis di instagram saya, maybe this is year is time to restart :)
travel sesungguhnya bukan hanya sekedar bepergian. menurut saya sendiri, keutamaan dari travelling adalah berpindah. dan berpindah bisa termasuk dalam segala kategori, bukan hanya sekedar tempat.
berpindah menjadi seseorang yang baru, misalnya.

December 24, 2014

#5 proses

Manusia hidup akan selalu berproses.

Seorang teman saya berkata, "Namanya juga sedang dalam proses pencarian."

Sebuah proses yang diawali sejak kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing ke dunia ini dan akan berakhir ketika kita semua kembali untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang namanya menang atau kalah terhadap orang lain. Justru pertandingan sesungguhnya adalah pertarungan yang terjadi dengan dirimu sendiri.

Karena itu, kenyataan paling dasar yang terjadi adalah tidak ada siapapun yang bisa membantu dirimu selain dirimu sendiri. Dan Tuhan (saya masih percaya segala yang terjadi di dunia ini haruslah dengan ijin-Nya). Orang lain tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi dengan dirimu, seberat apa beban yang kamu angkut, seringan apa kamu ketika kebahagiaan itu sedang melanda, dan apa yang sesungguhnya kamu pikirkan. Orang lain hanya bisa memberikan saran, bahkan terkadang mereka hanya bisa mendengarkan.

Kamu yang memiliki kehormatan serta tanggung jawab tertinggi untuk memutuskan apapun itu dalam hidupmu. Percaya saja bahwa hidup ini adalah bagian dari proses perjalanan. Ada saat ketika kamu harus menghadapi jurang yang terjal dan pendakian yang melelahkan, namun juga akan tiba waktu di mana kamu akan disuguhkan pemandangan indah dan pertemuan dengan bunga edelweiss yang abadi.


Padang Edelweiss, Surya Kencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Dalam perjalanan menuju Puncak Gunung Ciremai

Cobalah untuk mengubah perspektifmu sesekali. Mungkin kamu akan menemukan keindahan dalam keterpurukanmu.

December 9, 2014

show up!

Recently, I have been reading articles that being recommended by LinkedIn to my timeline. There are many beautiful and inspiring article for me. One of the article called 'Just Show Up' have been spinning around my mind this lately.

Okay, stop with the English session before someone start to curse me for my bad English.

Artikel tersebut mengatakan bahwa pada intinya, apapun yang sedang terjadi pada dirimu, yang perlu kamu lakukan adalah menunjukkan dirimu. Hadir. Dan dari sana kamu akan menemukan banyak hal.

Mungkin kamu akan mendapat hal baru, mempelajari hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
Mungkin kamu akan menjadi saksi dari hal yang tidak banyak orang yang berkesempatan untuk itu.
Mungkin kamu tiba-tiba ditunjuk untuk melakukan sesuatu dan ternyata kamu dibayar.
Atau mungkin sekedar kamu bisa mengalami pengayaan pengalaman. Bertemu orang lama ataupun baru. Berbincang dan saling mengetahui. Dan yang paling baik, membantu.

Kalaupun kamu tidak dapat benar-benar hadir, setidaknya kamu bisa menulis. Biarkan dunia tahu bahwa kamu benar-benar ada. Let the world know that you are exist.

Dan sesungguhnya saya ingin untuk bisa melakukan hal itu.
So, I start to challenge myself to write at least one article each day. It will not always be about my day or something inspiring or about my jobs or some contemplation. Maybe it will only be something random that you my reader can't even get the point of what I'm saying, but at least I'm trying. And I always open for any comments or even critics from you so I can improve my communication skill. Or maybe just another random idea about what you would want me to write?

I'm really sorry for each mistakes I made in this article. Thank you for reading :)

March 3, 2014

pudar

lagi-lagi, saya merasa tertampar. semudah itukah saya untuk merasa bersalah? sedangkan orang-orang di luar sana terus saja mengacau tanpa menyadari setiap efek dari hal yang sudah mereka lakukan.

sudah seburuk itukah para pemuda pemudi masa kini?

 sesungguhnya, komunikasi bukanlah mayor saya. bahkan bisa jadi saya termasuk orang yang bisu jika itu sudah datang pada sebuah forum besar dengan para pakar dan saya merasa kecil. perasaan yang tidak benar, karena dia membunuh kesempatan saya untuk berbicara dan menunjukkan isi kepala saya kepada mereka.

namun, bukan berarti saya tidak mengerti bagaimana cara berkomunikasi yang baik. karena saya pun sesering itu diharuskan untuk berkomunikasi. karena hal tersebut seharusnya merupakan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manusia. untuk mengetahui waktu yang tepat dalam mengatakan sesuatu, untuk mengetahui bahwa setiap manusia memiliki treatment yang berbeda, bahwa setiap tingkatan umur manusia membutuhkan tingkat kesopanan dan penghormatan yang berbeda, bahwa wanita berbeda dengan pria. seharusnya hal tersebut hanyalah ilmu dasar yang tidak perlu lagi diajarkan.

namun, kenapa para pemuda pemudi masa kini tidak sepeduli itu dengan kesadaran-kesadaran dasar yang ada? lupa? atau apa?

February 23, 2014

saya tahu

saya tahu.
tidak seharusnya saya mengeluh. tidak seharusnya saya merasa marah dengan semuanya. tidak seharusnya saya meributkan tugas saya. tidak seharusnya saya meributkan keadaan saya. tidak seharusnya saya menyalahkan dunia.

karena yang salah sesungguhnya, tidak lain dan tidak bukan, adalah saya sendiri. setiap pilihan dalam kehidupan saya yang mungkin salah. dunia yang ada di sekitar kita hanyalah sekedar berputar sesuai dengan yang selalu ia lakukan.




saya belajar.
bahwa saya harus lebih bisa menghargai waktu. bagaimana di antara seluruh kesibukan yang saya miliki, di antara seluruh aspek kehidupan yang saya pilih untuk saya sentuh, saya harus mengoptimalisasikan semuanya.

saya hanya ingin semua orang senang. mungkinkah?

saya belajar untuk membuktikan diri saya. melalui tindakan. tidak hanya sekedar kata-kata. bahwa janji dibuat untuk ditepati. bahwa kebaikan yang sudah orang berikan bukan untuk diuji elastisitasnya, namun untuk dijaga dan dihargai dan jika mampu, dibalas di kemudian hari.

manusia hidup dengan hak dan kebebasannya masing-masing, yang saling dibatasi oleh hak dan kebebasan orang lain di sekitarnya. kata pamungkas ayah saya, heran, seharusnya selalu menjadi panutan saya. kata pamungkas senior saya, lihat dan baca, juga seharusnya selalu menjadi panutan saya. karena dengan hal-hal itu, kita dapat bertahan hidup dan berkembang.

August 28, 2013

tawaran

sesungguhnya, dunia menawarkan terlalu banyak kesenangan. dunia menawarkan banyak sekali cerita. dunia, kalau kamu mau berhenti sejenak dari kesibukan atas urusan-urusanmu itu, sungguh sangatlah kaya akan inspirasi. kalau saja kamu mau berhenti sejenak dan melihat dengan sungguh-sungguh. melihat dengan seluruh panca indera yang kamu miliki.

dan jalanilah hidup dengan penuh makna. bahwa setiap detik dari kehidupanmu adalah berharga. bahwa setiap detik dari yang kamu alami menawarkan makna. kalau kamu mau benar-benar melihatnya dengan seksama.

rasanya ingin lepas landas terbang bebas atau sekedar diam menikmati luasnya samudera dan tiupan angin laut. ya, saya ingin berada dalam perjalanan. lagi. apapun itu. bersamamu. (menuju P.Komodo, Flores dari Labuan Bajo)

June 26, 2013

bubbles

Di sebuah kampung bernama Menje, Desa Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di antara orang-orang yang sibuk dengan dunianya, aku membentuk duniaku. Dipenuhi dengan bola tembus pandang mengkilap. Menaiki mesin waktu dan kembali pada kesenangan masa kecil.

really, the background is so annoying :/

bubbles all over

Terlaksana pada tanggal 8 Juni 2013.
Di perkampungan sempit di tengah persawahan luas di sebelah kompleks pabrik.

April 11, 2013

bersama sayup di kejauhan

Dengan laptop salah seorang teman saya, di tempat yang sudah sangat lama sekali tidak saya kunjungi, ditemani nyamuk yang asik mengelilingi saya sambil sesekali singgah untuk memenuhi hasrat haus darahnya itu, saya masih berkutat dengan laporan praktikum dan lembaran-lembaran kertas folio bertebaran.

Kalau dirasa-rasa sudah lama sekali ya saya tidak memberikan postingan baru di sini. Melihat update teman saya di samping juga sedang tidak terjadi banyak dinamika. Atau mungkin justru karena kehidupan nyata sedang dipenuhi terlalu banyak dinamika hingga terlalu banyak waktu yang sudah tersita lebih dahulu dan sudah tidak ada lagi yang bisa disisihkan untuk sekedar berhenti sejenak dan memutar kembali semua kejadian beberapa waktu sebelumnya.

"Menyenangkan memiliki waktu bagi diri sendiri untuk sekedar diam, berhenti, dan berpikir dari luar menuju ke dalam.."

Secara random, saya akan menumpahkan semuanya..

December 24, 2012

Hiu dan Buaya

Mereka robot.. Aku tidak habis pikir dengan
apa yang baru saja aku lihat dengan mata kepalaku sendiri..

selemari penuh rokok..
Bukan robot beneran yang sedang aku bicarakan di sini. Namun manusia, yang bergerak layaknya sebuah robot. Yang bekerja memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya berdasarkan hitungan jumlah produk yang dapat ia hasilkan. Yang saling berlomba menjadi yang paling cepat dan paling banyak. Yang sudah terlalu menghapal setiap inchi kertas papir itu, tembakau kering, dan lem, serta alat untuk melinting itu. Yang sudah terlalu ingat dengan urutan gerakannya. Yang bergerak dengan terlalu semangat. Yang tetap bahagia melakukan semuanya..




December 7, 2012

tertinggi kedua di Indonesia

"...dan aku tau dia sangat menyayangi tempat itu."

menuju air terjun tertinggi di kompleks Madakaripura
Masih pada tanggal 16 November 2012, selesai menanjaki anak tangga menuju kawah Gunung Bromo, kami beralih pada air terjun yang juga terkenal di wilayah tersebut. Air Terjun Madakaripura.


08.30 WIB; Sampai di pintu masuk Air Terjun Madakaripura. Aku ngamuk dibangunin tidur. Kalo dirasa-rasa sih ada mungkin 5-10 menit cuma nungguin aku mau keluar dari mobil. Merasa bersalah sih marah-marah gitu, untungnya setelahnya udah adem. Sempet males turun saat itu, pengennya tidur aja rasanya setelah sebelumnya pun baru tidur sekitar 3 jam. Dan aku merasa sangat bersyukur dipaksa bangun. Menyesal pasti tidak ikut.

November 19, 2012

di satu sudut

"dalam dekapan"

Foto ini diambil diam-diam di sebuah taman di Cina-Beihai Park, Beijing-karena tidak ingin mengganggu ketenangan bayi yang berdiam dalam dekapan orang tuanya yang terlihat nyaman sekaligus bebas dari takut. Juga tidak ingin mengusik orang tua yang dalam setiap kegiatannya, ia dalam dekapannya. Selalu. Berbagi hormon oksitosin-hormon cinta-pada satu sama lain. Dan tak ingin berpisah.



*untuk turnamen foto perjalanan edisi 7