| Kakak Beradik |
Disclaimer: ini pertama kali aku tulis review atas sesuatu dan aku tidak berniat untuk menjelaskan spesifikasi barang karena hal itu mudah ditemukan di internet. Aku akan lebih banyak membahas mengenai feel dan manfaat serta kekurangan yang aku rasakan selama pakai ini. Semoga yang aku sampaikan bisa dijadikan pertimbangan untuk kalian yang lagi galau mau beli atau tidak.
Beli e-reader atau tidak ya?
Sebelum aku bahas spesifik mengenai XTEINK, kurasa aku perlu bahas pertanyaan besar ini dulu. "Sebenarnya aku perlu untuk beli e-reader atau tidak sih?"
Pertama kali aku mulai galau mau beli Kindle, bisa dibilang hampir setahun aku mikir maju mundur. Hampir setiap bulan selalu gak pernah absen cek-cek harga di marketplace. Pernah juga tanya-tanya ke toko buku offline yang ternyata akhirnya aku tahu bahwa sama sekali gak ada distributor resmi di Indonesia.
Akhirnya, yang sewaktu itu aku terapkan pada diriku adalah aku kasih tantangan ke diriku sendiri.
- Apakah aku masih suka dan semangat untuk baca buku?
- Apakah aku akan tetap baca meskipun aku gak pegang kertas?
Poin ke-2 waktu itu aku tes dengan cara baca pakai gadget apapun yang aku miliki. Yang waktu itu available untukku adalah handphone. Aku coba sampai beberapa bulan.
Hasilnya ternyata "aku masih suka baca buku" dan "aku bisa menamatkan lebih dari 1 buku meskipun baca lewat handphone". Tapi, setelah meraup beberapa buku lewat layar hape, mataku kering luar biasa sampai aku kira ada penyakit yang menyerang mataku. Oh, dan silinderku nambah.
Barulah akhirnya aku semakin mantap mau beli dan langsung cari-cari yang harganya cocok dan tipenya sesuai yang aku inginkan. I never regret it one bit. Udah 3 tahun bareng padahal beli barang second waktu itu, and still going strong. Gak pernah kelupaan dibawa di tas semenjak beli.
Kenapa beli XTEINK?
Nah, aku pertama kali denger XTEINK ini kalo gak salah di bulan Februari/Maret 2026. Pokoknya awal-awal tahun 2026 ini. Dan aku sangat tergoda untuk membeli karena ukurannya yang ringkas. Kecil-kecil imut. Bayanganku akan sangat menyenangkan dipegangnya, ringan, dan dimanapun aku buka ini gak akan terlalu dilihatin orang. Cuman kayak lagi main handphone aja.
Inipun sempet galau juga beberapa bulan. Yang aku galaukan adalah takut nanti Kindle-ku iri dan malah kutinggalkan. Sampai entah bagaimana waktu itu, aku langsung gas aja ikutan PO. Sampai sempat mikir takut dibohongin karena kok lama, tapi alhamdulillah barangnya sampai dengan selamat.
My Personal Opinion
Nyaman sih menggunakan XTEINK ini. Bisa digenggam full, super ringan, dibawa kemana-mana cuman kayak lagi bawa dompet kartu, dan aku jadi bisa pakai tas kecil tanpa meninggalkan e-reader.
Seri yang aku gunakan adalah XTEINK X4 China version. Bahasa defaultnya China tapi mudah untuk diubah ke Bahasa Inggris. Karena device-nya versi China, jadi tidak bisa di-bind dengan akun dan aplikasi XTEINK-nya. Meski begitu, devicenya tetap bisa digunakan untuk membaca buku.
Deviceku sudah aku flash ke crosspoint dan juga lanjut ke crossink. Meskipun sudah tidak bisa transfer data menggunakan USB Cable, tapi tenang aja proses flashing-nya mudah banget.
Pertimbangannya untuk membeli?
Nah, kalau ada yang tanya beli atau ngga, apalagi ini e-reader pertama, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sih.
- XTEINK gak punya toko buku khusus yang bisa kita klik beli dan langsung masuk bukunya ke dalam device seperti yang tersedia di Kindle ataupun Kobo. Kita juga gak bisa install aplikasi apapun di dalamnya untuk baca seperti misalnya dari Gramedia Digital ataupun Libby. -> Mau tidak mau harus bisa cari sendiri atau bersedia convert buku-buku yang dimiliki lalu dikirim ke device.
- XTEINK X3 dan X4 tidak memiliki backlight. Hanya bertumpu pada penerangan eksternal, baik dari lampu ataupun matahari. Selayaknya kita baca buku di kertas. Kalau gelap, ya gak bisa baca apa-apa. Ada yang beli lampu magnetic untuk tambahan, ada yang kalau punya device lain akhirnya pakai yang itu dulu di tempat gelap.
- Kalau mau cover overlay, itu tidak tersedia secara langsung dari firmware bawaan. Harus di-flash dulu ke CrossInk.
- Ada yang bilang, karena layarnya kecil, ada yang kurang suka karena artinya page turningnya jadi beberapa kali lipat dibandingkan buku asli ataupun e-reader dengan layar yang lebih besar.
- Fitur seperti cek dictionary dan highlight text baru bisa dilakukan setelah melakukan flashing. Itupun, untuk dictionary kita harus download dulu sendiri di internet dan kemudian dimasukkan ke dalam devicenya. Jujur, ini pun aku baru tau dan belum cobain untuk dictionary-nya, jadi belum bisa cerita semudah atau sesulit apa prosesnya.
All in all..
Silahkan beli kalau tidak masalah dia benar-benar tidak bisa dibaca tanpa bantuan penerangan eksternal dan siap untuk otak atik cari sendiri bukunya dan kirim-kirim ke dalam devicenya.
Yang pasti, jangan pernah berharap tiba-tiba jadi suka baca ketika punya e-reader. Kepemilikan device dengan minat baca itu tidak berjalan beriringan. Mesti suka baca dulu baru punya device untuk mendukung hobi. Bukan sebaliknya.
Semoga membantu dan selamat membaca!
No comments:
Post a Comment