Recently, I have been reading articles that being recommended by LinkedIn to my timeline. There are many beautiful and inspiring article for me. One of the article called 'Just Show Up' have been spinning around my mind this lately.
Okay, stop with the English session before someone start to curse me for my bad English.
Artikel tersebut mengatakan bahwa pada intinya, apapun yang sedang terjadi pada dirimu, yang perlu kamu lakukan adalah menunjukkan dirimu. Hadir. Dan dari sana kamu akan menemukan banyak hal.
Mungkin kamu akan mendapat hal baru, mempelajari hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
Mungkin kamu akan menjadi saksi dari hal yang tidak banyak orang yang berkesempatan untuk itu.
Mungkin kamu tiba-tiba ditunjuk untuk melakukan sesuatu dan ternyata kamu dibayar.
Atau mungkin sekedar kamu bisa mengalami pengayaan pengalaman. Bertemu orang lama ataupun baru. Berbincang dan saling mengetahui. Dan yang paling baik, membantu.
Kalaupun kamu tidak dapat benar-benar hadir, setidaknya kamu bisa menulis. Biarkan dunia tahu bahwa kamu benar-benar ada. Let the world know that you are exist.
Dan sesungguhnya saya ingin untuk bisa melakukan hal itu.
So, I start to challenge myself to write at least one article each day. It will not always be about my day or something inspiring or about my jobs or some contemplation. Maybe it will only be something random that you my reader can't even get the point of what I'm saying, but at least I'm trying. And I always open for any comments or even critics from you so I can improve my communication skill. Or maybe just another random idea about what you would want me to write?
I'm really sorry for each mistakes I made in this article. Thank you for reading :)
December 9, 2014
December 4, 2014
malam
Malam bukan lagi dingin yang menyengat
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan
Tidak lagi pula terhangatkan oleh lengan yang kuat dengan genggaman yang menentramkan
Karena kini, malam hanyalah malam
Langit yang gelap dengan bulan dan hamparan bintang
Namun tidak juga hanya sekedarnya
Kesadaran yang baru menampakkan keluasan yang lebih menenangkan
Tamparan dunia mengalihkan pandangan pada kemegahan yang lain
Bahwa dunia luas
Manusia hanya sepersekian di antara segalanya
Namun bukan pula diri ini menjadi kecil
Bersyukur
Hidup berdampingan dengan alam semesta
Berbincang dan membaca petunjuk atas makhluk yang mendampingi
Karena manusia tidak akan pernah sendiri
Sadarilah
Buka mata dan hatimu
Karena pencarianmu masih belum selesai
Berbijaksanalah
Karena akan selalu ada banyak pilihan yang harus dipilih
Dan hidup adalah soal memaknai dan menikmati tanpa lupa mensyukuri
Beribadah dan membahagiakan dirimu tanpa lupa memperhatikan lingkungan
Berlakulah sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh orang lain
Karena kesuksesanmu ditentukan oleh sebanyak apa manusia yang dapat kamu bahagiakan
Dumai, 9 September 2014
kamu hilang
Aku masih di sini
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli
Tidakkah mata kita saling bertumbuk?
Bukankah hati saling memanggil?
Berat satu tanganku
Melambai tangan lainnya
Begitukah kamu?
Kau melonjak dengan aku diam terkulai
Kau tertawa saat air mataku mengalir
Apa masalahnya?
Kamu berkeping aku tak peduli
Aku panggil kamu tak pernah mau mendekat
Untuk apa?
Malam tidak pernah sama
Matahari pun berubah
Aku perlu untuk tetap aku?
Kamu bukan pula kamu
Tidak ada bekas cerita
Bahkan luka pun tak ada
Karena kamu hilang
Kamu siapa?
Matahari tetap bersinar
Bumi masih berputar
Kamu sudah tidak diketahui rimbanya
Dan aku tidak peduli
3 Maret 2014
kehilangan
Kehilangan.
Mungkin
banyak orang yang mengetahui apa artinya, namun tidak banyak orang yang
benar-benar mengerti maknanya. Apakah saya juga mengerti? Saya sendiri juga
tidak tahu, karena pada akhirnya, makna adalah mengenai sudut pandang dari tiap-tiap
pribadi seseorang. Dan ini hanya mengenai sudut pandang saya yang ingin saya
bagi.
Kehilangan
adalah suatu perasaan pada manusia, bukan hanya sekedar fakta yang tidak
berjiwa.
Kehilangan
yang ingin saya perbincangkan di sini adalah mengenai kehilangan seseorang yang
sangat kamu cintai. Kehilangan yang ingin saya perbincangkan bukan mengenai
kehilangan seseorang secara sementara, kehilangan seseorang dari sebuah
hubungan, namun hal yang lebih mendalam. Ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang yang sangat dicintai.
Saya sangat
bersyukur, sejauh ini, tidak banyak pemakaman yang saya lalui sebagai anggota
keluarga dari almarhum maupun almarhumah, kecuali seorang tante saya, seorang
buyut saya, dan (belum lama ini) seorang eyangputri saya. Saya memang bukan
orang yang mudah berempati dan memperlihatkan luapan emosi saya yang
sesungguhnya. Entah memang tidak tersentuh secara dalam atau sekedar saya yang
terlalu sering menahan diri hingga hal itu semacam menjadi sebuah kebiasaan.
Saya bukan orang yang pandai dalam membuat suatu kalimat pengandai dalam menjelaskan hal yang ingin saya sampaikan. Saya lebih suka menggunakan kalimat-kalimat straightforward tapi njelimet. Maafkan atas kelabilan saya tersebut.
Setiap pengalaman yang kamu miliki, setiap kejadian dalam kehidupanmu, adalah suatu garis-garis bercabang yang saling berpotongan bersama dengan setiap pengalman dan kejadian orang lain di seluruh dunia ini. Saya percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semua telah diatur sedemikian rupa sehingga.
Saya percaya bahwa semesta berbahasa.
Sekitar seminggu sebelum eyangputri saya meninggal, eyangkung saya bermimpi bahwa beliau terkena tsunami dan eyangputri menghilang.
Sekitar itu juga, eyangputri mengatakan kepada salah satu temannya bahwa ia lelah.
Pada hari ulang tahunnya, 4 hari sebelum beliau meninggal, beliau tidak dapat meniup lilin ulang tahunnya bahkan dari jarak hanya sekitar 15 cm.
Pada hari Minggu, 1 hari sebelum detak jantung beliau berhenti bekerja, siang hari ketika beliau masih sadar, beliau berkata, "Masih belum ada yang bisa menyembuhkan penyakitku".
Malam harinya, ketika aku mendapatkan berita bahwa beliau jatuh, hatiku sudah berkata hal yang tidak menyenangkan, bahkan sebelum aku benar-benar melihat langsung kondisi beliau.
Tidak lama sebelum beliau meninggal, salah seorang saudara jauh beliau, tanpa ada apa-apa mendapatkan gelasnya terjatuh dan pecah diiringi firasat buruk.
Tepat tengah malam pada hari beliau meninggal dunia, pintu ICU tempat beliau dirawat tiba-tiba jebol dengan suara kencang padahal hanya sekedar dibuka pelan.
Segalanya ingin menyampaikan pesan.
Hanya bagaimana manusia mampu meresapi dan mendalami sinyal-sinyal tersebut atau tidak di tengah kesibukannya terhadap dunia. Atau hanya dirinya. Dan seringnya, manusia tidak sepeka itu untuk menyadari ada hal yang ingin disampaikan kepadanya.
Tenanglah di sana, Yangti.
Kami di sini insya Allah akan selalu mendoakanmu atas segala yang terbaik dan tetap menjalani kehidupan kami dengan positif dan semangat yang selalu baru.
Terima kasih untuk selama ini :)
Saya bukan orang yang pandai dalam membuat suatu kalimat pengandai dalam menjelaskan hal yang ingin saya sampaikan. Saya lebih suka menggunakan kalimat-kalimat straightforward tapi njelimet. Maafkan atas kelabilan saya tersebut.
Setiap pengalaman yang kamu miliki, setiap kejadian dalam kehidupanmu, adalah suatu garis-garis bercabang yang saling berpotongan bersama dengan setiap pengalman dan kejadian orang lain di seluruh dunia ini. Saya percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semua telah diatur sedemikian rupa sehingga.
Saya percaya bahwa semesta berbahasa.
Sekitar seminggu sebelum eyangputri saya meninggal, eyangkung saya bermimpi bahwa beliau terkena tsunami dan eyangputri menghilang.
Sekitar itu juga, eyangputri mengatakan kepada salah satu temannya bahwa ia lelah.
Pada hari ulang tahunnya, 4 hari sebelum beliau meninggal, beliau tidak dapat meniup lilin ulang tahunnya bahkan dari jarak hanya sekitar 15 cm.
Pada hari Minggu, 1 hari sebelum detak jantung beliau berhenti bekerja, siang hari ketika beliau masih sadar, beliau berkata, "Masih belum ada yang bisa menyembuhkan penyakitku".
Malam harinya, ketika aku mendapatkan berita bahwa beliau jatuh, hatiku sudah berkata hal yang tidak menyenangkan, bahkan sebelum aku benar-benar melihat langsung kondisi beliau.
Tidak lama sebelum beliau meninggal, salah seorang saudara jauh beliau, tanpa ada apa-apa mendapatkan gelasnya terjatuh dan pecah diiringi firasat buruk.
Tepat tengah malam pada hari beliau meninggal dunia, pintu ICU tempat beliau dirawat tiba-tiba jebol dengan suara kencang padahal hanya sekedar dibuka pelan.
Segalanya ingin menyampaikan pesan.
Hanya bagaimana manusia mampu meresapi dan mendalami sinyal-sinyal tersebut atau tidak di tengah kesibukannya terhadap dunia. Atau hanya dirinya. Dan seringnya, manusia tidak sepeka itu untuk menyadari ada hal yang ingin disampaikan kepadanya.
Tenanglah di sana, Yangti.
Kami di sini insya Allah akan selalu mendoakanmu atas segala yang terbaik dan tetap menjalani kehidupan kami dengan positif dan semangat yang selalu baru.
Terima kasih untuk selama ini :)
3 November 2014
May 5, 2014
teruntuk kalian,
ya. kalian. siapapun yang tetiba mampir dan membaca. atau sekedar orang-orang yang saya inginkan untuk membacanya namun tidak pernah peduli untuk sekedar menyisihkan sedikit dari waktunya untuk melihat.
maaf karena saya tidak sehebat itu dalam mengontrol emosi saya. emosi bukan dalam artian ledakan. jangan bayangkan emosi saya yang tidak terkontrol adalah saya teriak marah-marah dan membanting segala barang di sekitar saya. bukan itu. emosi dalam artian umum, yaitu perasaan yang saya rasakan. maaf atas ketidakinginan saya untuk mengerti dan peduli. maaf untuk keegoisan yang sedang berlangsung beberapa hari ke belakang ini dan mungkin saya tidak tau hingga kapan.
mungkin saya hanya sekedar kurang menerima diri saya sendiri. saya tidak mau saya seperti ini karena saya merasa egois dan tidak berguna ketika saya bertingkah seperti yang saya inginkan. bahwa mereka semua tidak ada yang mendengarkan. bahwa sesungguhnya mereka tidak peduli. bahwa mereka.....baiklah, saya mulai berpikiran jahat dan tidak seharusnya seperti ini.
karena sungguh, saya sayang mereka.
kalau teman saya mengatakan, kami semua hanya sekedar jenuh. dan semuanya berubah menjadi seakan tidak benar dan tidak sesuai. dan saya sama sekali tidak mengharapkan transformasi ke arah ini.
maaf karena saya tidak sehebat itu dalam mengontrol emosi saya. emosi bukan dalam artian ledakan. jangan bayangkan emosi saya yang tidak terkontrol adalah saya teriak marah-marah dan membanting segala barang di sekitar saya. bukan itu. emosi dalam artian umum, yaitu perasaan yang saya rasakan. maaf atas ketidakinginan saya untuk mengerti dan peduli. maaf untuk keegoisan yang sedang berlangsung beberapa hari ke belakang ini dan mungkin saya tidak tau hingga kapan.
mungkin saya hanya sekedar kurang menerima diri saya sendiri. saya tidak mau saya seperti ini karena saya merasa egois dan tidak berguna ketika saya bertingkah seperti yang saya inginkan. bahwa mereka semua tidak ada yang mendengarkan. bahwa sesungguhnya mereka tidak peduli. bahwa mereka.....baiklah, saya mulai berpikiran jahat dan tidak seharusnya seperti ini.
karena sungguh, saya sayang mereka.
kalau teman saya mengatakan, kami semua hanya sekedar jenuh. dan semuanya berubah menjadi seakan tidak benar dan tidak sesuai. dan saya sama sekali tidak mengharapkan transformasi ke arah ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)