September 7, 2018

into the 3rd


Entah apa yang bisa kukatakan.
Karena pada akhirnya, aku tidak perlu mengatakan apapun untuk membuatmu mengerti apa yang sedang bersarang di kepalaku.
Kamu tahu.
Kamu selalu tahu.

Yang aku mengerti dari semuanya,
aku bersyukur aku bertemu denganmu dan mengenalmu dan bisa memanggilmu milikku.
Seorang yang bertanggung jawab, pekerja keras, jujur, menyayangi keluarganya, sabar, pengertian, dan masih panjang lagi kalau aku harus tulis semuanya.
Dan kamu juga dengan segala kekurangan yang ada.

Sejak awal, aku sudah menyadari.
Bahwa mencintaimu itu mudah.
Dan juga sulit.
Karena bukan hanya kamu yang harus kucintai,
tetapi juga seluruhnya aspek di kehidupanmu.
Jadwalmu.
Mood swings mu.
Pekerjaanmu.
Namun, aku juga tahu.
Aku bersedia.
Kita bersedia, for better and worse,
bersama.



Untuk berpuluh tahun selanjutnya,
3 September 2016 - seterusnya

August 16, 2018

sebuah doa

ya Allah,
tuntunlah hamba dalam setiap keputusan yang hamba buat, temani hamba dalam setiap langkah yang hamba ambil, agar semuanya selalu menuju kepada-Mu ya Allah. Dan jika memang keputusan yang hamba buat sejauh ini sesuai untuk hamba, maka yakinkanlah hati hamba agar bisa bergerak maju dengan lebih pasti.

aamiin..

August 13, 2018

learning english

if you want to learn English, it's basically just try to immerse yourself in an English environment. in a way where everything you do, you say, you read, and you listen are in English. that way, you'll gain better English faster.

but then, the most important thing is for you to realize that you really want to learn it. if you don't, if it's just because people are learning it, or because your parents and your boss told you so, or some other similar reasons, it will be very hard for you to learn.

Simon Sinek said, "Start with WHY."

"Why do you want to learn English?"

"We give you the most beautiful thing in life.. STORY"


cause, trust me. i see it firsthand. even people who know that they need English very much, still can't keep themselves in steadily reaching that goal. at the end of the day, it's not the skill itself that counts but your will in keep on practicing.

and another thing,
learn in a way that makes you happy. with methods that you know you will enjoy.

if you ask me what i do to keep my English progressing, here they are.

  • i listen to podcasts. thanks to having iPhone and Jakarta's traffic, i have a lot of time spent in cars driving alone everyday. rather than listening to people rambling on the radio without any added value for myself (#nooffense), i choose to listen to podcasts. you can choose the channel that you will enjoy (and you can definitely learn from it). have i said that everything is FREE? my lists would be The Inquiries by BBC, unladylike, TED Talks Daily, and sincerely, X by TED and audible.
  • i read books. for this, i thank myself and my family for making me read English books early in my childhood. they forced me into buying English novels cause they threatened me with not going to pay for Bahasa Indonesia's books. if you are a beginner English readers, you might want to consider finding on Google first the kind of book that suits your level of English so that you can enjoy reading it without having to go back and forth from your book and dictionary.
  • and i have a lovely workplace with a day-to-day English environment, with people who are also eager in learning English. so yeah, i talk English with them.
  • for addition, you can also choose watching movies or short videos on Youtube. even watching vlog can help. moreover, in trying to imitate the vlogger. that's what my sister does in front of the mirror every time she puts on her makeup and does her routine, and sure it helps.

and, anyway, let's start, shall we?

you can always reach me if you need any friend to talk in English with. email me at ghaniyyart@gmail.com and i'll reach back to you :)

March 2, 2018

reading

membaca untuk saya bukan hanya sekedar membaca buku atau komik atau koran atau artikel. bukan sekedar membaca suatu hal yang berwujud tulisan. pun tidak hanya sekedar membaca suatu karya seni.

membaca, adalah melihat dan memproses apa yang dilihat. pemandangan yang indah dari atas gunung. ombak yang menabrak dinding tebing di bawah sana. interaksi antar manusia yang terjadi di sekitar kita. perang politik di seluruh dunia. atau bencana alam yang melanda. dan membaca merupakan hal yang penting dan seharusnya dilakukan setiap saat.

sama seperti yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

http://www.alqamarpublications.com/images/iqra-read-500x181.jpg

maka, "Bacalah dengan menyebut nama Allah SWT yang menciptakan".

March 1, 2018

stereotyping

Stereotype.
ster∙e∙o∙type
/ˈsterēəˌtīp/

noun
  • a widely held but fixed and oversimplified image or idea of a particular type of person or thing.
"the stereotype of a woman as a carer"
  • a person or thing that conforms to a stereotypical image.
"don't treat anyone as a stereotype"



Stereotip.
/ste∙reo∙tip/
  • a  berbentuk tetap; berbentuk klise.
  • n  konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat.

click on the picture for the source cause it's not mine

dari dua penjelasan dan satu gambar di atas, seharusnya kurang lebih kita sudah bisa menangkap apa itu stereotype (kindly let me use the English spelling since i'm not used to saying 'stereotip'). maka dari itu, stereotyping akan berarti melakukan kegiatan yang menyangkut dengan stereotype.

contohnya? *disclaimer: ditulis tanpa bermaksud menyinggung siapapun.

saya pribadi terkadang masih tidak bisa menahan diri melihat perempuan dengan kulit sawo matang khas Indonesia, pakaian yang sensual, dan dengan kemampuan bahasa inggris yang kurang, menggandeng bule. hampir secara otomatis, saya akan berkata, "tipikal".

atau seperti misalnya kita melihat lelaki yang suaranya gak laki banget dan gerakan tubuh yang cukup gemulai, pasti langsung kepengen ngomong, "wah nyarinya bukan cewek nih kayaknya".

atau setiap melihat perempuan yang bisa dandan bagus, bajunya gayanya asik, barangnya ber-merk, eh tapi sekolahannya gak bagus, "udah biasa".

itu adalah stereotyping. menilai seseorang dengan stereotype tertentu. secara sadar ataupun tidak.

kalau saya pikir-pikir lagi, sebetulnya kadang saya juga bingung. kenapa pula kita perlu menilai orang-orang tersebut? mereka tidak mengganggu kehidupan kita juga, kan? dan kenapa juga kita harus mengatakan penilaian itu dengan sikap dan nada yang merendahkan?

padahal mungkin kalau kalian tanyakan langsung ke orang tersebut, mungkin memang mereka benar-benar saling jatuh cinta tidak hanya dengan tubuh yang satu dan kantong yang satunya. atau mungkin memang ada masalah dengan hormon mereka yang tidak bisa mereka tolak karena memang itu yang ada dalam tubuhnya (dan mereka tetap masih mencari perempuan). atau memang ketertarikan mereka lebih banyak di bidang fashion dan sosial dibandingkan dengan eksakta. apa salah?


atau jangan-jangan para prejudice ini hanya iri?