January 13, 2018

2017, a year with you

tanggal 3 Januari 2018 menandakan tanggal 3 kami yang ke-17. sudah enam belas bulan kami bersama. dan selama setahun penuh 2017 kami bersama.

kalau saya disuruh merangkum 2017, sesungguhnya saya bingung.

rasanya, banyak hal yang terjadi. namun pada saat yang bersamaan juga tidak ada yang terjadi. penuh kontradiksi ya? 

Eco Park Ancol, Jakarta
masih ada beberapa checklist yang masih belum berhasil tercentang di tahun 2017. masih banyak juga hal yang sedikit banyak disayangkan. namun, yang pasti saya belajar bahwa jika bukan karena setiap pilihan yang telah saya pilih dan setiap kejadian yang sudah terjadi, tidak mungkin saya bisa menjadi saya yang seperti sekarang ini.

apapun yang terjadi, keseluruhan prosesnya harus disyukuri.
dan dikontemplasikan.

The silhouette


untuk selamanya.
dan untuk bertahun-tahun berikutnya yang selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

September 28, 2017

[271] saya dan mojok

Saya menyadari.

Kalau salah satu senior saya banyak berbincang dengan dirinya ketika ia membaca, saya butuh untuk menyeimbangkan kegiatan membaca dengan menulis. Karena ternyata tulisan saya penuh dengan hal yang sesungguhnya ingin saya sampaikan kepada diri sendiri, terlepas dari saya juga ingin orang-orang di luar juga mengetahui hal tersebut.

Oleh karena itu, tanpa sebelumnya saya sadari dengan lebih baik, membaca dan menulis bukanlah sekedar hobi yang saya tulis dalam biodata saya untuk sekedarnya. Ternyata itu memang hobi yang saya butuhkan.

Hiasan tembok di pinggir kali di suatu kota di Prancis.



Saya juga baru saja (mungkin) menyadari sesuatu.

Emosi saya yang terkadang meletup-letup ini merupakan salah satu dampak dari hidup saya yang kurang tertata. Saya kurang istirahat, kurang bergerak, dan saya kurang menjaga makanan. Saya (tanpa bermaksud jumawa) semacam addicted terhadap kopi buatan atau minuman manis dan dingin lainnya. Hampir dalam setiap harinya ada segelas atau sebotol wajib saya minum minuman semacam itu.

Menyadari itu semua, saya mulai olahraga. Saya mulai jaga makanan. Saya mulai mengurangi sugar intake saya. Eh, ternyata, setiap pagi saya timbang badan, lumayan berkurang 0.5kg dan rasanya menyenangkan. Komentar orang pasti ada. "Kesambet apaan nih jadi banyakan hijaunya dibanding nasinya?" ; "Hati-hati jangan ekstrem." ; "(setelah nawarin beberapa pilihan makanan yang termasuk tidak sehat dan idenya saya tolak terus) Ya sudah, sana keluar loncat aja ke bawah dari lantai 2. Mau makan aja kok susah banget."

You can't expect everyone to understand you.
The point is you believe in yourself and in what you're doing.

Lorong waktu menuju Ghaniyya yang lebih baik.


Kamu tau? Terkadang saya takut sendirian. Saya takut untuk pergi sendiri sekedar duduk bengong dan membiarkan kepala saya jalan-jalan. Namun, ketika saya sedang berada di tengah keramain, saya justru ingin semua orang untuk tidak perlu memperdulikan saya dan membiarkan saya sibuk dengan diri saya sendiri. Penuh kontradiksi, ya?

Jadi kadang setiap kali saya minta ditemani untuk jalan-jalan, di sisi lain saya merasa bersalah. Karena menemani saya jalan-jalan berarti merelakan diri untuk dikacangin dan sekedar menunggu saya selesai browsing, atau baca, atau menulis. Apapun itu kegiatan yang pastinya sulit kalau dilakukan dengan orang lain.

Tapi, entah kenapa, saat ini saya sedang merasa sangat membutuhkan kawan diskusi yang seimbang yang bisa bikin saya mikir dengan cara yang menyenangkan. Saya belum menemukan itu sepertinya.

July 31, 2017

[212] wirosableng

Why did I choose that title? Simply because of the number.

i'm 22 and i can't believe it. goodness, am i seriously getting older? even though i know how simple of a knowledge it is, getting older each seconds, but believing isn't that simple. july 26th, 00.05am, i get older for another year.



what have i done these past 22 years and 5 days? what have i achieved? have i made my family proud? have i? these questions always bring me to tears. to self-pity. to a very long silence. and i've never felt confident enough to answer those questions because i know the answers are disappointing.

i'm grateful to have my family and my friends who love me, who always there, who always try to understand me, and who never give up on pushing me.i just hope i can start reacting to your push soon. i can start moving soon. wherever it is i'm going.

i'm getting older, but am i getting more mature each second?

July 22, 2017

[203] obrolan random

What if I don't love you anymore?
"Ya sudah. Yang penting kamu bilang."
But, that would be very sad and I don't want it.
"Ya kan hal itu juga gak akan terjadi begitu saja. Pasti ada sesuatu hal yang terjadi sebelumnya yang membuat kamu jadi seperti itu. Mungkin aku melakukan sesuatu yang bikin kamu memilih untuk berhenti. Atau apapun itu. Yang penting kamu selalu jujur."

Will we still cute and romantic after a very long time? I know this is a stupid question. It was suddenly there in my mind, one random night when I was trying to sleep. What if after we're married, we stop being cute? We stop trying to impress each other, to show our love to each other. What if?
"Sudah menikah, sudah tunangan, ataupun sudah pacaran, itu semua cuma mengenai status. Apa menurut kamu kalau mereka sudah menikah mereka sudah pasti akan bahagia? Apakah sudah pasti saling mencintai? Eh, jangan anggap pikiranku jahat lho, ini cuma contoh. Apa menurut kamu pasti?"
No?
 "Nah. Semua tuh hanya mengenai alasannya. Kalau memang dia cuma cari statusnya, cuma cari uang atau tahtanya, ya kan beda pasti dengan yang memang mungkin ingin beribadah. Atau memang karena cinta? Maaf kalau bahasanya agak berlebihan. Tapi memang begitu bukan kenyataannya?"
Hmm.. Will we? Keep being fun?
"Kamu mau gak?"
I want it. Oh! I understand now. It's up to us, right?
Yup.
So, yeah, we will.
Insya Allah.

May 22, 2017

[142]

Saat ini saya sedang mencoba untuk mengikuti salah satu project buku di komunitas saya. Dan sungguh, rasanya menyenangkan. Sepertinya saya sekarang ini masih perlu untuk diberikan deadline agar benar-benar menulis, tidak hanya sekedar meracau. Yah, tidak seperti tulisan ini setidaknya.

Yang menyenangkan lagi adalah melihat salah seorang teman saya yang sangat berapi-api dan all out setiap kali memberikan penjelasan mengenai bagaimana menuliskan cerpen atau novel yang baik. Bagaimana dengan tanpa bayaran dia rela untuk membantu kami yang juga ingin bisa menerbitkan kisah-kisah kami.

Bukan asal membantu, di waktu senggangnya, ia mau untuk menghampiri kami di tempat yang berbeda hanya sekedar untuk memberikan materi menulis. Bahkan di salah satu tempat, akhirnya hanya satu orang yang datang dengan janji awal akan ada 3 orang. Di sela-sela waktunya, dia pun mengecek satu-satu tulisan kami ber-13, memberikan feedback bahkan per kata, dan mampu memikirkan saran untuk alur cerita yang lebih baik.

Ternyata seperti itu ya melihat orang yang bekerja berdasarkan passion mereka.

Saya terkesima.

Saat ini, saya juga sedang mencoba untuk membaca "The Happiness of Pursuit" oleh Chris Guillebeau. I found the book months ago and haven't picked it up for months, too. You know, books are piling up in my home I don't when I will start to finish them one by one. Susah banget untuk berhenti beli buku, lho. Saya sampai bingung sendiri.

Ya, jadi sejauh yang saya baca, buku itu mengenai orang-orang yang menemukan hal yang sangat menarik bagi dirinya hingga mereka membuat misi di hidup mereka. Dan sebagaimana anehnya misi mereka tersebut, mereka bahagia menjalani hidup yang mereka jalani karena memang itu adalah hal yang sangat menginspirasi mereka dalam hidup.

Entah, setiap kali saya bertemu orang yang berapi-api, yang menuangkan seluruh hatinya dalam apa yang ia kerjakan, yang memancarkan hal tersebut setiap kali ia melakukan sesuatu ataupun menceritakan kisah tersebut, saya sedih sendiri. Saya apa?

Setelah saya pikir kembali, apa yang selama ini mengganggu saya?
Hem, saya terganggu dengan bagaimana seseorang bisa semena-mena hanya karena merasa lebih dalam hal kekayaan atau pengetahuan atau posisi. Saya terganggu dengan orang yang tidak bisa bersikap dengan lebih sopan, tak peduli terhadap yang lebih tua ataupun yang lebih muda. Dan saya terganggu terhadap orang-orang yang tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya ada di kepala mereka.

But, semalu apapun saya mengakui ini, what excites me the most is love relationship. I don't know why I feel shame of this, tapi memperhatikan bagaimana seseorang berinteraksi dalam suatu hubungan, mempelajari nature of a man and a woman, kok kayaknya menarik banget. Saya juga tidak tahu apakah mengenai hubungan percintaan itu sendiri atau mengenai manusianya yang menarik, tapi saya sungguh memang tertarik.

Meskipun begitu, saya masih tidak tahu akan mengambil jurusan apa untuk studi master saya.